Pekanbaru

Bursa Rektor Unri Makin Panas, Prof Ahmad Fadli Maju Usung Internasionalisasi Kearifan Lokal

SEPUTAR KAMPUS Selasa, 12 Mei 2026 - 15:09 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Bursa Rektor Unri Makin Panas, Prof Ahmad Fadli Maju Usung Internasionalisasi Kearifan Lokal

Prof Ahmad Fadli resmi mendaftar sebagai calon Rektor Universitas Riau periode 2026–2030 dengan mengusung visi “Impactful University” yang menekankan internasionalisasi kampus berbasis budaya Melayu dan potensi lokal Riau. (Dok Unri)

PEKANBARU — Persaingan menuju kursi Rektor Universitas Riau periode 2026–2030 memasuki babak penting. Pada hari terakhir pendaftaran, Prof. Ahmad Fadli, ST., MT., Ph.D., resmi menyerahkan berkas pencalonannya kepada panitia Senat Universitas, sekaligus menutup tahapan pendaftaran dengan total tujuh kandidat yang akan bersaing memperebutkan posisi orang nomor satu di kampus terbesar di Riau tersebut.

Kedatangan Ahmad Fadli ke sekretariat pendaftaran mendapat perhatian civitas akademika. Ia hadir didampingi sejumlah tokoh penting di lingkungan Universitas Riau, di antaranya Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ahmad Rifai, S.P., M.P., serta tokoh senior Fakultas Teknik dan mantan Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Sistem Informasi Prof. Syaiful Bahri.

Kehadiran para tokoh lintas fakultas tersebut dinilai menjadi sinyal dukungan terhadap gagasan transformasi kampus yang dibawa Ahmad Fadli dalam kontestasi pemilihan rektor kali ini.

Sebagai Dekan Fakultas Teknik yang dikenal aktif mendorong penguatan riset dan pengembangan pendidikan berbasis teknologi, Ahmad Fadli membawa gagasan besar bertajuk “Impactful University, Deeply Rooted, Globally Connected”, sebuah visi yang menempatkan Universitas Riau sebagai kampus berdaya saing internasional tanpa kehilangan akar budaya Melayu dan potensi lokal Riau.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Ahmad Fadli menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi harus hadir sebagai pusat inovasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Universitas harus mampu terkoneksi secara global, tetapi tetap berpijak kuat pada identitas dan kebutuhan daerah. Potensi budaya Melayu, sumber daya alam, serta kekuatan masyarakat lokal harus menjadi bagian dari agenda internasionalisasi kampus,” ujarnya.

Pendaftaran yang dilakukan pada momentum terakhir dinilai banyak pihak sebagai langkah strategis di tengah meningkatnya perhatian publik kampus terhadap arah masa depan Unri.

Di tengah tuntutan transformasi pendidikan tinggi nasional, sosok berlatar belakang teknik dinilai membawa perspektif baru, terutama dalam penguatan tata kelola modern, transformasi digital, dan pembangunan infrastruktur akademik.

Dalam dokumen visi-misinya, Ahmad Fadli menawarkan sejumlah agenda transformasi, mulai dari akselerasi riset dan inovasi, penguatan kolaborasi internasional, peningkatan kualitas lulusan, pengembangan pusat-pusat keunggulan berbasis potensi Riau, hingga tata kelola universitas berbasis data yang transparan dan profesional.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perubahan global dan penguatan kemandirian universitas melalui pengembangan unit income generator.

Selain itu, penguatan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi salah satu fokus yang diusung. Menurutnya, universitas harus hadir lebih nyata dalam pemberdayaan masyarakat melalui riset terapan, desa binaan strategis, penguatan UMKM, hingga pengembangan pendidikan berbasis kebutuhan daerah.

Pemilihan rektor kali ini berlangsung dalam situasi yang dinilai krusial bagi Universitas Riau sebagai perguruan tinggi negeri berstatus BLU. Kampus dituntut semakin kompetitif dalam riset, pengelolaan anggaran, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan reputasi internasional.

Sebelumnya, sejumlah kandidat lain telah lebih dahulu mendaftar, yakni Prof. Elfizar dan Prof. Iwantono dari FMIPA, Prof. Jimmy dari FKIP, serta Prof. Firdaus, Mexsasai Indra dari Fakultas Hukum, dan Prof. Nofrizal dari Fakultas Perikanan dan Kelautan, serta Adri Herwani, Ph.D.

Seluruh kandidat akan mengikuti tahapan verifikasi, penyampaian visi-misi, hingga pemungutan suara Senat sebelum mengerucut menjadi tiga nama untuk proses akhir bersama kementerian terkait.

Sejumlah kalangan di lingkungan kampus menilai kontestasi kali ini akan menjadi arena pertarungan gagasan tentang masa depan Unri, terutama terkait transformasi digital, internasionalisasi kampus, penguatan budaya Melayu, hingga kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja global.

Kelompok mahasiswa juga mulai menyuarakan harapan agar rektor terpilih nantinya mampu memperbaiki fasilitas kampus, memperluas jejaring internasional, dan menciptakan lulusan yang lebih kompetitif.

Dengan masuknya Ahmad Fadli ke bursa pemilihan, dinamika pemilihan Rektor Universitas Riau diperkirakan semakin kompetitif. Figur akademisi teknik dengan narasi internasionalisasi berbasis kearifan lokal kini menjadi salah satu sorotan utama dalam perebutan arah baru kampus kebanggaan masyarakat Riau tersebut. (MNC/SP)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya