Pekanbaru

Bawa Misi Catur Mandiri Berdampak Global, Sejumlah Tokoh Riau Antar Prof Firdaus Daftar Calon Rektor Unri

SEPUTAR KAMPUS Senin, 11 Mei 2026 - 15:34 WIB  |    Reporter : Hafith   Redaktur : Fithriady Syam  
Bawa Misi Catur Mandiri Berdampak Global, Sejumlah Tokoh Riau Antar Prof Firdaus Daftar Calon Rektor Unri

Prof Firdaus mendaftar didampingi sejumlah tokoh masyarakat Riau, dan dosen di lingkungan Unri. Seperti mantan pejabat Pemprov Riau Ahmad Shah Harrofie, Joni Irwan, Zulkarnain Kadir. Ada juga mantan anggota DPD RI Dina Wati, hingga mantan anggota DPRD Riau Zulkarnaen dan Khaidir Akmalmas. (HUMAS UNRI/FS)

PEKANBARU – Terus berlanjut. Kandidat yang mendaftar sebagai calon Rektor Universitas Riau periode 2026-2030, terus bertambah. Hingga Senin (11/5/2026) siang telah empat orang yang mendaftar ke Panitia Penerimaan Calon Rektor Unri, yang terbaru adalah Prof Dr H Firdaus SH MH.

Sebelumnya, tiga calon telah mendaftar dan menyerahkan dokumen persyaratan. Mereka adalah Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau Prof Dr Jimmi Copriady MSi, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Riau (Unri) Dr Mexsasai Indra SH MH, dan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau Prof Dr Iwantono MPhil.

Prof Firdaus sendiri datang mendaftar didampingi sejumlah tokoh masyarakat Riau, dan dosen di lingkungan Unri. Seperti mantan pejabat Pemprov Riau Ahmad Shah Harrofie, Joni Irwan, Zulkarnain Kadir. Ada juga mantan anggota DPD RI Dina Wati, hingga mantan anggota DPRD Riau Zulkarnaen.

Kedatangan mantan Dekan Fakultas Hukum itu diterima langsung Ketua Panitia Pemilihan Rektor Dr HM Rasuli SE MSi Ak Ca ACPA, dan didampingi anggota panitia.

Usai mendaftar sebagai calon rektor, Prof Firdaus mengatakan dirinya mengusung visi “Menjadi Universitas Riau yang Mandiri Berdampak Global Menuju Indonesia Emas 2045”. Visi besar tersebut dijabarkan melalui empat misi strategis yang disebut “Catur Mandiri Berdampak Global”, yang kemudian dioperasionalkan menjadi delapan program prioritas dalam “Asta Mandiri UNRI”.

Ia menjabarkan empat misi tersebut pertama adalah, Mandiri Pendidikan dengan beberapa program antaranya adalah meningkatkan kualitas sumber daya tenaga pendidik melalui peningkatan jenjang pendidikan dan jabatan fungsional dosen, serta menghasilkan lulusan yang siap bersaing di perusahaan nasional maupun multinasional. Kompetensi mahasiswa akan diperkuat melalui pendekatan program Kampus Berdampak.

Kedua, Mandiri Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan beberapa program antaranya yaitu Memastikan riset dan inovasi perguruan tinggi menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat Riau, nasional, dan global; Riset unggulan akan difokuskan pada isu-isu strategis berbasis kebutuhan masyarakat dan global, antara lain: pengelolaan lahan gambut (wetland), kemandirian pangan, energi, dan air, serta pengembangan ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Hasil riset akan ditransformasikan kepada masyarakat melalui program Desa Binaan.

Ketiga Mandiri Tata Kelola, dengan beberapa program antaranya yaitu Mentransformasi institusi menuju kampus bertaraf internasional dan masuk dalam jajaran World Class University. Tata kelola yang kuat akan dibangun melalui penguatan SDM, serta menjalin kerja sama strategis dengan pemerintah daerah untuk membantu menyelesaikan permasalahan daerah melalui keilmuan yang relevan.

Dan keempat adalah Mandiri Ekonomi, dengan beberapa program antaranya: Membangun kemandirian ekonomi kampus dengan mengoptimalkan aset, lahan, dan infrastruktur sebagai pusat bisnis komersial, memperluas jejaring di luar kampus, serta mengembangkan pusat bisnis kampus di kawasan Gobah sebagai sumber pendanaan berkelanjutan.

Kepada media Prof Firdaus mengatakan dirinya mendaftarkan diri bukan sekadar untuk menjadi rektor, tetapi untuk membawa perubahan yang nyata dan terukur bagi Universitas Riau.

"Dengan konsep Catur Mandiri Berdampak Global dan Asta Mandiri UNRI, kami siap mendorong UNRI menjadi institusi yang benar-benar mandiri, dan berdampak Global (MBG) menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya. (MNA/SP)

Laporan : Hafith
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya