Pekanbaru

Legislator Dorong Mahasiswa Unri Berani Ciptakan Peluang Sejak Kuliah

SEPUTAR KAMPUS Selasa, 22 September 2026 - 07:16 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Legislator Dorong Mahasiswa Unri Berani Ciptakan Peluang Sejak Kuliah

Anggota DPR RI Syahrul Aidi Maazat dan Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief saat menjadi narasumber dalam Summit Event Legislative DPM Universitas Riau. (Dok IKA Unri)

PEKANBARU – Mahasiswa Universitas Riau (Unri) didorong tidak hanya mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi mulai membangun peluang dan kemandirian sejak masih berada di bangku kuliah.

Pesan tersebut disampaikan Anggota DPR RI Syahrul Aidi Maazat dan Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief saat menjadi narasumber dalam Summit Event Legislative DPM Universitas Riau.

Kegiatan itu mengangkat tema “Peran Legislator Memperkuat UMKM, Mendorong Konektivitas Pembangunan Daerah Tertinggal dan Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Nasional”.

Syahrul Aidi menilai mahasiswa memiliki posisi strategis untuk ikut menciptakan kemandirian ekonomi. Menurutnya, kemandirian nasional harus dimulai dari kemampuan setiap individu untuk berdiri dan mengambil peran.

“Bagaimana kita bisa berbicara tentang kemandirian kalau kita sendiri belum mandiri?” tegasnya.

Ia mengatakan, tantangan yang dihadapi lulusan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan kompetensi akademik. Pertumbuhan jumlah sarjana juga perlu diiringi kemampuan menciptakan peluang agar lulusan tidak seluruhnya bergantung pada ketersediaan lapangan kerja.

“Setiap tahun jumlah sarjana bertambah, tetapi pengangguran juga meningkat. Salah satu persoalannya karena pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah lulusan,” katanya.

Karena itu, Syahrul mendorong mahasiswa mulai berani mencoba berbagai aktivitas produktif sejak kuliah. Menurutnya, pengalaman membangun usaha maupun mengembangkan jejaring dapat menjadi bekal penting ketika mahasiswa memasuki dunia kerja dan masyarakat.

“Saya banyak menemukan orang-orang sukses yang memulai usahanya sejak masih kuliah. Karena itu, jangan takut untuk memulai,” ujarnya.

Selain membangun usaha, Syahrul melihat mahasiswa dapat mengambil peran sebagai penghubung antara pihak yang memiliki sumber daya dengan masyarakat yang membutuhkan akses terhadap sumber daya tersebut.

“Coba pertemukan orang-orang yang memiliki sumber daya dengan mereka yang membutuhkan. Di situlah mahasiswa bisa mengambil peran,” katanya.

Sementara itu, Hendry Munief menekankan pentingnya mahasiswa memanfaatkan jaringan dan kelembagaan ketika mulai membangun aktivitas usaha. Menurutnya, kelompok usaha yang memiliki kelembagaan akan lebih mudah mendapatkan pembinaan dan pendampingan.

“Apalagi bagi usaha yang baru mulai. Dengan kelembagaan, akan memudahkan pembinaan oleh pemerintah,” jelas Hendry.

Ia menilai kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan tidak harus menunggu memiliki modal besar maupun usaha berskala besar. Hal terpenting adalah keberanian memulai dari kemampuan yang sudah dimiliki.

“Memulai bisnis, start from zero, start from now. Mulai dari apa yang kita miliki. Bisa keahlian, keberanian, hingga kemampuan berkomunikasi dengan berbagai pihak,” katanya.

Hendry juga mengajak mahasiswa menggunakan masa perkuliahan untuk memperluas kapasitas diri sekaligus membangun jejaring. Pengetahuan, pertemanan, kemampuan berkomunikasi, dan keberanian mencoba, menurutnya, merupakan modal yang dapat dikembangkan menjadi peluang.

Kemandirian yang didorong kedua legislator tersebut pada akhirnya tidak hanya diukur dari kemampuan mahasiswa menghasilkan pendapatan. Lebih jauh, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan peluang, menghubungkan berbagai sumber daya, serta mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan ekonomi di tengah masyarakat. (MNC/SP)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya