Pekanbaru
Sambil Salurkan Musyaf Al-Qur’an, KWQ Beri Motivasi Siswa Al Huda
Ke-25 mushaf standar metode tajwid dan terjemahan berwarna produksi King Salman yang diserahkan itu bersumber dari donasi 5 pemberi wakaf yang dihimpun KWQ (Foto Istimewa)
PEKANBARU – Anjangsana ke satuan pendidikan kini kian gencar dilakukan tim Kurnia Wakaf Al-Qur'an (KWQ). Kali ini kunjungan ke Yayasan Pendidikan dan Keterampilan Al Huda Pekanbaru, Kamis (5/3/2026). Hal ini memberi makna dan kejutan tersendiri bagi pihak sekolah yang berbasis pendidikan Islam terpadu itu.
Pasalnya, tidak hanya datang untuk menyerahkan bantuan mushaf Al-Qur'an kepada 25 pelajar Tahfidz, Pimpinan KWQ juga meluangkan waktu memberi pencerahan dan motivasi kepada segenap siswa/i SMA, SMK Nasional dan MTs Al Huda.
Gaya persuasif lewat interaksi dan dialog yang digunakan Pimpinan KWQ untuk membangkitkan semangat dan tekad para pelajar dalam menuntut ilmu dan menggapai masa depan gemilang, ternyata cukup mengena dan direspons dengan antusias.
Pernyataan dan ungkapan Pimpinan KWQ yang lugas dan kadang diselingi guyonan memantik keseruan dan heboh di tengah para pelajar, sehingga tak ayal membuat suasana yang semula khidmat di dalam mesjid komplek sekolah yang jadi tempat acara pun berubah riuh dan gegap gempita.
Pemberian mushaf baru dan gratis yang difasilitasi dan diserahkan langsung Pimpinan KWQ A. Z. Fachri Yasin itu merupakan bentuk apresiasi dan dukungan atas dedikasi pelajar sekolah Al Huda yang berjuang sebagai penghafal Al-Qur'an di tengah kesibukan akademik, dengan hafalan minimal 2 juz.
Ke-25 mushaf standar metode tajwid dan terjemahan berwarna produksi King Salman yang diserahkan itu bersumber dari donasi 5 pemberi wakaf yang dihimpun KWQ, yakni Yusnimar Sahan, Musal Kani, Azizon Nurza, Elinur, dan Widodo.
Acara penyerahan Al-Qur’an wakaf dari KWQ itu digelar secara sederhana usai para siswa/i Al Huda melaksanakan shalat Duha berjamaah, agenda wajib yang telah dijawalkan 2 kali dalam seminggu di masjid sekolah. Ratusan pelajar sekolah memadati masjid dan tampak antusias mengikuti ibadah dan kegiatan tambahan tersebut.
Dari pihak sekolah Yayasan Al Huda dihadiri langsung oleh Kepala SMA H Tavip Tria Candra, SPd, MM, Kepala SMK Nasional Drs Joko Marhendro, MM dan Kepala MTs Syukri Ismael Ridho, SPd.I beserta segenap majelis guru.
Diawali dengan pembacaan ayat suci oleh Nadin Aprilia (kelas VIII MTs) dan saritilawah oleh Keysha (kelas X SMA) yang cukup merdu dan menggetarkan jiwa, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Suthon Mahmud (kelas XI SMA). Gema Kalam Ilahi menciptakan nuansa spritual yang kental pada pagi yang cerah di komplek sekolah yang berlokasi di Jalan Subrantas, Panam, itu.
Mewakili pihak yayasan dan sekolah, Joko Marhendro menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian dan bantuan mushaf Al-Qur’an kepada anak didiknya yang berupaya menjadi hafidz/hafidzah melalui program tahfidz di sekolah.
“Alhamdulillah, kami dari pihak sekolah bersyukur sekali dan mengapresiasi pemberian mushaf ini. Hanya ucapan terima kasih dan doa yang bisa kami tujukan kepada pimpinan Kurnia Wakaf dan tim maupun pewakaf atas amal kebajikan ini. Semoga berkah dan mendatangkan pahala jariyah,”ungkapnya.
Joko meminta kepada anak didiknya yang menerima bantuan mushaf supaya memanfaatkan dan menjaganya sebaik-baiknya. Jangan hanya disimpan atau dipajang, tapi digunakan agar mendatangkan faedah dan pahala. “Allah sangat suka dengan hambanya yang bersyukur dan akan menambahkan nikmat-Nya,” katanya.
Pihak yayasan dan sekolah sangat mendukung kegiatan wakaf Al-Qur’an yang diinisiasi oleh komunitas KWQ karena membantu kebutuhan mushaf yang memenuhi standar dan nyaman digunakan untuk para pelajar tahfidz. “Kita harapkan sinergi kebaikan ini terus berlanjut,“ ujar Joko Marhendra.
Pimpinan KWQ A. Z. Fachri Yasin, menyebut bahwa mushaf yang diserahkan dan dibagikan langsung kepada pelajar Tahfidz sekolah Al Huda bukan dari pihaknya, melainkan titipan dan amanah dari pemberi wakaf (wakif) dari berbagai kalangan masyarakat.
“Kami hanya mengelola dan berusaha menyalurkan titipan wakaf tersebut secara cepat dan tepat. Siapa saja mereka bisa diketahui karena namanya tertera pada sampel mushaf. Mereka adalah kenalan, sahabat, kolega dan mahasiswa saya dulunya yang kini beragam profesinya,” terang akademisi senior yang puluhan tahun jadi dosen Fakultas Pertanian di Unri, UIR dan Unilak itu.
Fachri menyebut harapan para pewakif terkait wakafnya tersebut tidak banyak, mereka hanya minta Qur’an wakaf ini dimanfaatkan dengan baik dan mendoakan yang terbaik untuk keberkahan kehidupan mereka di dunia dan akhirat.
Pimpinan KWQ menyebut meski hanya berbentuk komunitas, pihaknya sejak Juni 2022 silam telah menyalurkan lebih dar 4.000 mushaf Al-Qur’an kepada pelajar tahfidz baik di pesantren maupun di sekolah negeri dan swasta yang tersebar di Provinsi. Pengadaan mushaf itu donasi dari 400-an wakif dari berbagai kalangan.
“Kita hanya berikhtiar, semua itu karena ridha Allah. Doakan kami istiqamah agar kegiatan wakaf Al-Qur’an ini terus berkelanjutan,” ujarnya sembari sikap responsif dan komunikatif dari pengelola sekolah sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan penyaluran wakaf Al-Qur’an berjalan lancaer dan sesuai harapan.
Pimpinan KWQ menyebut meski hanya berbentuk komunitas, pihaknya sejak Juni 2022 silam telah menyalurkan lebih dar 4.000 mushaf Al-Qur’an kepada pelajar tahfidz baik di pesantren maupun di sekolah negeri dan swasta yang tersebar di Provinsi. Pengadaan mushaf itu donasi dari 400-an wakif dari berbagai kalangan.
“Para wakif itu adalah sahabat, kolega dan cukup banyak juga dari mahasiswa saya dulunya yang sekarang berprofesi beragam. Alhamdulillah, mereka percayakan kami untuk mengelola dan menyalurkan wakaf mushaf dan sampai sekarang terus berlanjut. Tentu semua ini karena ridha Allah Swt,” ungkap pria yang puluhan tahun jadi dosen Fakultas Pertanian di Unri, UIR dan Unilak itu.
Picu Semangat dan Tekad
Seperti yang sudah-sudah, pada setiap acara penyerahan dan pembagian, Pimpinan KWQ memanfaatkan momentum tersebut untuk memberi pencerahan dan motivasi melalui interaksi dan dialog langsung dengan para pelajar. Tujuannya untuk memicu semangat dan tekad siswa untuk terus giat belajar dan menimba ilmu ke jenjang tertinggi hingga meraih cita-cita.
Fachri Yasin yang akan menginjak usia 73 tahun itu mengawali interaksinya dengan melontarkan pertanyaan tentang apakah semua siswa yang hadir setelah taman nanti akan melanjutkan pendidikan atau tidak. Hampir semuanya menjawab iya.
Ketika ditanya lagi mau melanjutkan kemana dan kalau tidak apa rencananya kepada masing-masing kelompok siswa MTs, SMA dan SMK, banyak yang masih terkesan malu-malu dan ragu menjawab. Pertanyaan serupa diulang beberapa kali dan ia minta dijawab saja.
“Tak usah takut atau malu-malu bicara, jawab saja dengan jujur. Tunjukkan semangat dan keberanian kalian, karena kalian generasi penerus bangsa ini,”ujarnya dengan suara khasnya yang lantang dan gayanya yang unik tapi penuh kebapakan.
Hal serupa kembali terulang saat ditanya keinginan atau cita-cita. “Siapa yang ingin jadi dokter…. Pegawai, Ustadz… Pengusaha,” tanya Pimpinan KWQ. Banyak yang masih malu dan ragu-ragu dan setelah diingatkan lagi baru mereka berani menjawab dengan menunjuk tangan.
Dengan gaya persuasif yang kadang diselingi guyonan saat berdialog membuat para pelajar tertarik dan berani bicara lepas hingga tertawa, baik yang ditanya maupun yang menyaksikan, sehingga membuat suasana jadi seru dan riuh .
“Saran ingatkan dan berharap kalian jangan berhenti hanya pada tingkatan sekolah menengah. Usahakan sampai kuliah dan sarjana. Kalian sudah menyatakan melanjutkan sekolah, ok… itu dari mulut dan pikiran kalian. Selanjutnya coba ditanamkan di hati agar jadi tekad untuk diwujudkan. Begitu juga cita-cita atau profesi yang diinginkan nanti,” katanya lagi.
Menurutnya, pendidikan dan cita-cita itu perlu dan penting karena kunci masa depan gemilang. Jadi rancang dari sekarang agar tahu kemana akan melangkah. Perlu juga kalian beritahu orang tua supaya ada dukungan dan lebih terarah dalam mewujudkannya,” pungkasnya.
Menutup motivasinya, Pimpinan KWQ mengajak sekaligus memimpin para pelajar untuk mengumandangkan takbir secara lantang dan serentak. Pekikan takbir dengan lafaz "Allahu Akbar" menggema tiga kali di ruangan mushala, menciptakan suasana emosional yang menggetarkan hati.
Suasana ceria bercampur haru menyelimuti saat pembagian langsung mushaf kepada masing-masing siswa tahfidz yang dilakukan bersama-sama pimpinan sekolah dan majelis guru secara bergiliran. Para pelajar tampak berseri-seri dan juga terharu saat menerima mushaf tersebut disaksikan ratusan teman-teman satu sekolah.
Sebagai wujud terima kasih, secara bergiliran Kepala SMK, Kepala SMA dan Kepala MTs Al Huda menyerahkan piagam penghargaan kepada Pimpinan KWQ, dan acara diakhiri dengan foto bersama. (MNC/SP)



















