Teluk Kuantan, Kuansing
Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur 2026, Jalan Nasional Teluk Kuantan Mulai Diperbaiki
Perbaikan ruas jalan nasional di Kuansing mulai dilakukan di sejumlah titik rusak menjelang pelaksanaan MTQ Riau ke-44 dan Pacu Jalur 2026 guna mendukung kelancaran akses transportasi. (Dok Pemkab Kuansing)
PEKANBARU – Pemerintah Pusat melalui Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau, tahun ini mulai melakukan perbaikan pada ruas ruas jalan nasional Pekanbaru–Teluk Kuantan, Teluk Kuantan–Rengat, dan Teluk Kuantan–Perbatasan Sumatera Barat. Perbaikan jalan ini juga dalam rangka menunjang aksesibilitas daerah serta menjelang pelaksanaan MTQ Riau ke-44 dan Pacu Jalur 2026.
Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak melalui Kasubag Umum dan Tata Usaha Rudisman, mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp90 miliar untuk penanganan ruas jalan nasional di wilayah tersebut.
“Ini sekaligus menjawab harapan Bapak Bupati Kuansing terkait percepatan perbaikan jalan nasional untuk menghadapi MTQ Riau di Kuansing dan Pacu Jalur 2026,” ujar Rudisman.
Ia merinci, pekerjaan preservasi Jalan Kaharudin Nasution–Marpoyan–Muara Lembu Kuansing mencapai sekitar Rp53.804.932.000.00.
Sementara itu, paket pekerjaan preservasi Jalan Muara Lembu–Teluk Kuantan–batas Provinsi Sumatera Barat memiliki nilai kontrak sebesar Rp 35.336.946.000.00.
Menurutnya, BPJN Riau siap mendukung kelancaran arus transportasi selama pelaksanaan MTQ Riau yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni mendatang.
“Kami siap mendukung kelancaran arus transportasi sesuai harapan Pak Bupati,” tegasnya.
Saat ini, pengerjaan perbaikan jalan sudah mulai dilakukan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan parah, seperti di Sungai Pagar, Simalinyang, hingga Lipat Kain.
Perbaikan tersebut akan terus dilanjutkan hingga ke perbatasan Sumatera Barat.
Meski demikian, Rudiasman juga menyoroti tantangan di lapangan, terutama kerusakan jalan yang dipicu oleh kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL), khususnya angkutan batu bara dari wilayah Jambi dan Sumatera Barat.
“Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama jalan cepat rusak,” jelasnya. (MNC/MCR)



















