Kota Pekanbaru
Duta Muslimah Preneur 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Penggerak UMKM Perempuan
Tiga pemenang Duta Muslimah Preneur 2026 berfoto bersama usai penobatan di Hotel Winstar Pekanbaru, Kamis (9/4/2026). (Dok Diskominfotik Riau)
PEKANBARU – Ajang Pemilihan Duta Muslimah Preneur 2026 menjadi momentum penting dalam melahirkan perempuan inspiratif yang berdaya serta mampu berkontribusi di tengah masyarakat. Kegiatan yang diselenggarakan oleh PW IPEMI Riau ini berlangsung di Hotel Winstar, Kamis (9/4/2026), sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan di sektor ekonomi.
Pada puncak acara, panitia menetapkan tiga finalis sebagai pemenang Duta Muslimah Preneur 2026, yaitu Mutiara Miftahul, Siti Nurbayani, dan Tirta Meyrizka. Ketiganya berhasil unggul setelah melalui serangkaian tahapan seleksi dengan menampilkan kemampuan terbaik masing-masing.
Dalam sambutannya, Plt Ketua TP PKK Provinsi Riau, Adrias Hariyanto, menegaskan bahwa partisipasi para finalis mencerminkan kesiapan perempuan Riau dalam mengambil peran strategis di tengah masyarakat. Menurutnya, ajang ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan.
“Kehadiran saudari semua di panggung ini bukan sekadar untuk berkompetisi, tetapi menjadi bukti bahwa perempuan Riau siap tampil sebagai pelaku usaha yang mandiri, sumber inspirasi, dan agen perubahan. Menjadi Duta Muslimah Preneur bukan sekadar gelar, melainkan amanah untuk hadir di tengah masyarakat, menggerakkan, membina, dan membuka jalan bagi perempuan lainnya untuk maju bersama,” ujarnya.
Ia berharap para duta yang terpilih nantinya mampu menjadi penggerak UMKM perempuan serta penyemangat bagi pelaku usaha pemula. Selain itu, para duta juga diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan potensi lokal dengan peluang yang lebih luas.
Ia juga berpesan agar para peserta terus mengembangkan diri dan berkontribusi bagi masyarakat. “Dengan demikian, peran perempuan tidak hanya berdampak pada usaha, tetapi juga terhadap kesejahteraan keluarga serta kekuatan ekonomi daerah," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Parbatas Setia, menilai kegiatan ini memiliki peluang besar dalam mendukung promosi daerah melalui peran perempuan. Menurutnya, pelaku usaha perempuan dapat menjadi elemen penting dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di Riau.
“Kami melihat bahwa perempuan, khususnya muslimah preneur, memiliki peran strategis dalam mengangkat potensi lokal. Melalui kreativitas dan inovasi, produk-produk yang dihasilkan dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam mendukung sektor pariwisata,” ujarnya.
Ia berharap para duta yang terpilih dapat turut mempromosikan potensi daerah melalui usaha yang dijalankan. Dengan demikian, sinergi antara pemberdayaan perempuan dan pengembangan pariwisata dapat berjalan optimal. (MNC/MCR)



















