Dumai

Dugaan Keracunan MBG di Dumai, KPPG Pekanbaru Suspend SPPG Penyuplai ke SDN 013 Buluh Kasap

NEWS Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:31 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Dugaan Keracunan MBG di Dumai, KPPG Pekanbaru Suspend SPPG Penyuplai ke SDN 013 Buluh Kasap

Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan kepada siswa SDN 013 Buluh Kasap, Dumai, yang kemudian diduga menyebabkan puluhan murid mengalami keracunan. (Dok MCR)

PEKANBARU – Menyusul kejadian yang menimpa 40 murid dan seorang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 013 Buluh Kasap, Kota Dumai, yang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Suhatman setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap hidangan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026), Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru langsung mengambil tindakan.

KPPG Pekanbaru melakukan tindakan tegas dengan menangguhkan (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai MBG ke sekolah tersebut.

Selain itu, KPPG Pekanbaru juga menonaktifkan kepala SPPG terkait untuk sementara waktu sebagai bagian dari tindak lanjut atas kejadian tersebut.

“Kami sudah mengambil tindakan tegas berupa mensuspend SPPG dan menonaktifkan kepala SPPG -nya,” kata Kepala KPPG Pekanbaru Dr. Syartiwidya, Sabtu (15/8/2026).

Terkait hasil pendalaman yang mereka lakukan terhadap dugaan makanan yang menjadi penyebab anak-anak tersebut mengalami keracunan, pihaknya menduga berasal dari bakso yang disajikan dengan cabai yang menjadi menu saat ini.

“Dugaan sementara itu berasal dari cabai baksonya. Tapi untuk pastinya kami masih menunggu hasil laboratorium,” sebutnya.

Sedangkan untuk kondisi anak-anak yang sebelumnya sempat mendapatkan perawatan dirumah sakit, ia menyebut bahwa saat ini sebagian besar sudah diperbolehkan untuk pulang. Hanya tersisa satu orang lagi yang masih berada dirumah sakit.

“Kalau untuk anak-anak yang sebelumnya sempat mendapat perawatan di rumah sakit sudah pulang semua, hanya tinggal satu orang lagi,” ujarnya.

Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, disebutkannya saat ini bahwa BGN sedang berbenah. Salah satunya penggunaan aplikasi yang harus diisi setiap hari, mulai dari tahapan proses, bagaimana bahan baku, hingga distribusinya. 

“Kemudian juga harus dilakukan pencicipan dua lapis. Baik oleh SPPG dan juga ketika tiba di sekolah. Jadi kalau tiba di sekolah sudah tidak bagus. Itu seharusnya tidak boleh didistribusikan lagi,” sebutnya. (MNC/MCR)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya