Provinsi Riau

Kloter Pertama Jemaah Haji Riau Mulai Berangkat 23 April 2026

INFO PUBLIK Senin, 30 Maret 2026 - 16:18 WIB  |    Reporter : Hafith   Redaktur : Fithriady Syam  
Kloter Pertama Jemaah Haji Riau Mulai Berangkat 23 April 2026

Kakanwil Kemenhaj Riau H Defizon. (Foto Istimewa)

RIAU – Merujuk pada jadual yang ditetapkan Kementrian Haji dan Umrah RI, kini persiapan haji seluruh Indonesia terus digesa. Temasuk persiapan haji untuk Provinsi Riau. Kabar gembiranya, kini persiapan haji di Riau hampir capai 100 persen, dan siap untuk proses pemberangkatan.

Hal ini disampaikan Kakanwil Kemenhaj Riau H Defizon. Dia menyebut segala bentuk persiapan terus dilakukan.

‘’Saya berharap agar jemaah haji asal Riau, fokus mempersiapkan diri, baik persiapan ibadah melalui ilmu manasik haji, kesehatan fisik dan mental,’’ ujarnya.

Lebih jauh dia juga menjelaskan, saat ini visa jemaah haji asal Riau yang sudah diterbitkan mencapai 4.658 orang (99,94 persen). Sementara itu, untuk visa untuk petugas haji yang sudah selesai sebanyak 42 visa (97,67 persen).

‘’Secara keseluruhan tidak ada kendala. Untuk jemaah haji hanya 3 visa saja yang belum diterbitkan, sedangkan untuk petugas haji hanya tinggal 1 petugas saja. Alhamdulillah, kita sudah siapkan secara optimal,’’ lanjutnya.

Dalam proses persiapan itu, kini Kakanwil Kemenhaj Riau tengah mengoptimalkan jadual keberangkatan yang akan dimulai beberapa pekan mendatang. Meski ada penyesuaikan dan revisi yang dilakukan kementrian, namun pihaknya tetap bersiap dengan segala perubahan yang ada.

‘’Insya Allah kloter pertama Riau atau BTH-3 mulai kita berangkatkan ke Embarkasi Batam, 23 April 2026. Kita berharap bisa lancar dan sesuai jadual yang ditetapkan,’’ ujarnya.

Hingga ini pemerintah terus memantau perkembangan di Tumur Tengah. Hal ini terjadi karena peperangan terus terjadi. Meski demikian, Kementrian Haji dan jajaran, terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi dan membuat beberapa opsi yang terkait dengan proses keberangkatan Haji 2026.

Sejauh ini belum ada proyeksi untuk pembatalan keberangkatan dan jajaran Kemenhaj RI masih terus melakukan pemantauan situasi yang berkembang di Timur Tengah. (HFS/SP)

Laporan : Hafith
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya