Pekanbaru

Ratusan Mahasiswa Unri Gelar Aksi di DPRD Riau, Bawa Sejumlah Tuntutan ke Pemerintah

SEPUTAR KAMPUS Rabu, 17 Juni 2026 - 14:38 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Ratusan Mahasiswa Unri Gelar Aksi di DPRD Riau, Bawa Sejumlah Tuntutan ke Pemerintah

Ratusan mahasiswa Universitas Riau menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Rabu (17/6/2026), menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. (Dok Ist)

PEKANBARU – Ratusan mahasiswa Universitas Riau (Unri) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (17/6/2026) siang.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Di antaranya mendesak pencabutan UU Polri, menghentikan kenaikan harga BBM, serta menghentikan pemborosan APBN.

Salah seorang mahasiswa, Bismi, dalam orasinya menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa di depan Gedung DPRD Riau merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat.

Menurutnya, proses pembahasan dan pengesahan UU Polri berlangsung sangat cepat, yakni hanya dalam waktu 20 hari. Sementara itu, Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset hingga kini belum juga diselesaikan.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk menghentikan kenaikan harga BBM serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mahasiswa turut menuntut penghentian pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dan meminta pemerintah menghentikan praktik militerisme di seluruh wilayah serta sektor sipil.

Tak hanya itu, mereka juga meminta evaluasi terhadap sejumlah pejabat negara, yakni Menteri Keuangan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, serta Menteri Hak Asasi Manusia (HAM).

Dalam aksinya, mahasiswa juga menyerukan agar pemerintah menghentikan pemborosan APBN dan mengevaluasi berbagai kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat.

Pantauan media di lokasi, aksi demonstrasi diawali dengan pelaksanaan Salat Zuhur berjemaah di depan gerbang masuk DPRD Riau. Aksi sempat berlangsung kondusif.

Namun, situasi sempat memanas ketika orator meneriakkan kata "Reformasi" dan massa aksi maju beberapa langkah mendekati barikade aparat kepolisian yang berjaga di depan gerbang DPRD Riau.

Desakan tersebut memicu aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas kepolisian. Akibat insiden itu, seorang mahasiswa mengalami cedera pada bagian kaki dan langsung dievakuasi keluar dari barisan massa.

Meski demikian, situasi berangsur kondusif. Hingga Rabu (17/6) siang ini aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan sejumlah perwakilan fakultas di Universitas Riau secara bergantian menyampaikan aspirasi melalui orasi. (MNC/SP)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya