Kampar
Kampar Mulai Bangun Industri Hilirisasi Bernilai Tambah, Mahasiswa Polkam Ambil Peran
Bupati Kampar Ahmad Yuzar meninjau workshop Politeknik Kampar di Desa Batu Belah yang mengembangkan teknologi industri sawit, produksi spare part lokal, hingga pengolahan limbah sawit menjadi produk bernilai tambah, Minggu (17/5/2026). (Dok Pemkab Kampar)
PEKANBARU – Di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka, Kabupaten Kampar mulai menatap peluang baru melalui inovasi produk lokal dan pengembangan industri hilirisasi. Tak lagi sekadar menjual bahan mentah, Kampar kini berupaya menghadirkan produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar nasional hingga global.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar mengatakan bahwa Kampar punya modal besar berupa sumber daya alam melimpah dan generasi muda yang kreatif. Tinggal bagaimana potensi tersebut diolah menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
“Menghadapi persaingan globalisasi dan pasar dunia, kita dituntut untuk siap bersaing dan mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Karena itu, kita harus mampu menangkap peluang yang saat ini menjadi kebutuhan pasar,” ujar Ahmad Yuzar dikutip Senin (18/5/2026).
Ia menilai tren industri saat ini bukan lagi soal siapa yang memiliki bahan baku paling banyak, tetapi siapa yang mampu menghadirkan inovasi dan produk yang dibutuhkan masyarakat.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa, akademisi, hingga pelaku industri di Kampar untuk lebih berani menciptakan terobosan baru.
“Kita memiliki kekuatan serta sumber daya yang cukup, tinggal bagaimana kita membaca kebutuhan dan keinginan pasar,” katanya.
Untuk itu, ia juga mengapresiasi berbagai workshop yang mendukung upaya pemerintah tersebut, salah satunya workshop yang digelar oleh Politeknik Kampar di Desa Batu Belah.
Dalam workshop tersebut, berbagai inovasi mulai dikembangkan, mulai dari teknologi mekanik untuk industri sawit, produksi suku cadang lokal, hingga pengolahan limbah sawit menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Bagi Ahmad Yuzar, langkah kecil seperti ini bisa menjadi pintu masuk Kampar menuju daerah yang lebih mandiri dan inovatif.
“Mari kita ambil kesempatan ini untuk dapat meningkatkan sumber daya manusia Kampar. Kita harus segera masuk pasar, membuat inovasi dan terobosan yang secara ekonomis dapat menguntungkan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Politeknik Kampar, Nina Veronika mengatakan, kampus vokasi tersebut terus mendorong mahasiswa agar tak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha berbasis teknologi dan industri kreatif.
“Di Polkam ini telah banyak dilakukan pengembangan mekanik terutama yang berkaitan dengan persawitan. Selain itu, kami juga mengembangkan produksi komponen maupun spare part yang dapat diproduksi di daerah sendiri,” ungkap Nina.
Tak hanya fokus pada industri, Polkam juga mulai mengembangkan produk ramah lingkungan seperti kompos dari limbah sawit yang mulai dimanfaatkan sektor perkebunan. (MNC/MCR)



















