Pekanbaru
30 Ribu Kunjungan dalam 4 Bulan, Perpustakaan Tenas Effendy Bukti Minat Baca Warga Meningkat
Perpustakaan Tenas Effendy Pekanbaru mencatat hampir 30 ribu kunjungan selama Januari–April 2026 seiring meningkatnya minat baca masyarakat. (Dok Perpus Tenas Effendy)
PEKANBARU – Tingkat literasi masyarakat Kota Pekanbaru dinilai terus menunjukkan tren yang positif dan signifikan. Indikator keberhasilan tersebut terlihat jelas dari tingginya angka kunjungan harian ke Perpustakaan Tenas Effendy yang kini hampir menyentuh seribu orang setiap harinya.
Data tersebut dipertegas oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kota Pekanbaru, Muhammad Amin. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan catatan terbaru, jumlah pengunjung yang memanfaatkan fasilitas Perpustakaan Tenas Effendy rata-rata mencapai 978 orang per hari.
Secara akumulatif, total kunjungan ke perpustakaan daerah ini di sepanjang caturwulan pertama tahun berjalan sudah hampir menembus angka 30 ribu orang. Tingginya rekapitulasi data tersebut tercatat secara konstan dalam kurun waktu sejak Januari hingga April 2026.
Muhammad Amin menjelaskan, tingginya angka kunjungan tersebut tidak hanya bertumpu pada masyarakat yang datang langsung ke gedung fisik di Jalan DR Soetomo. Antusiasme yang besar juga disumbang oleh masyarakat luas yang mengakses berbagai koleksi buku secara digital dari rumah.
Saat ini, Perpustakaan Tenas Effendy telah menyediakan sekitar 38 ribu eksemplar buku cetak untuk dibaca di tempat. Selain itu, pihak dinas juga menyediakan sekitar delapan ribu koleksi buku digital (e-book) yang dapat diakses dengan mudah via aplikasi iPekanbaru.
Guna memperluas jangkauan pembaca, Dispusip Kota Pekanbaru turut menyediakan fasilitas pojok baca digital (pocadi) di sejumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Fasilitas outdoor ini di antaranya dapat ditemukan di RTH Ratu Kaca Mayang Jalan Jenderal Sudirman serta RTH Tunjuk Ajar Integritas Jalan Ahmad Yani.
Melalui berbagai upaya tersebut, Amin mengonfirmasi bahwa indeks tingkat literasi Kota Pekanbaru kini sukses menempati peringkat kedua tertinggi di Provinsi Riau. Demi mengejar peringkat pertama, inovasi penambahan koleksi buku digital dan perluasan akses akan terus digencarkan.
Selain fokus pada literasi digital, Dispusip Pekanbaru terus meningkatkan fasilitas fisik melalui rehabilitasi bangunan berupa penyediaan ruang diskusi, ruang komunal, hingga studio. Pihaknya juga aktif melakukan sosialisasi ke seluruh kecamatan agar warga semakin familier dengan keberadaan dua perpustakaan besar di pusat kota, yakni Perpustakaan Soeman HS dan Perpustakaan Tenas Effendy. (MNC/MCR)



















