Pekanbaru

Stadion Utama Riau Bakal Hidup Lagi, KONI dan Seluruh Cabor Dipusatkan di Kompleks Stadion

INFO PUBLIK Jumat, 22 Mei 2026 - 11:09 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Stadion Utama Riau Bakal Hidup Lagi, KONI dan Seluruh Cabor Dipusatkan di Kompleks Stadion

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto saat meninjau Stadion Utama Riau dan meminta KONI serta 64 cabang olahraga dipusatkan di kawasan stadion, Jumat (22/5/2026). (Dok Diskominfotik Riau)

PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto melakukan peninjauan di Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Kota Pekanbaru, Jumat (22/5/2026). Aset Pemprov Riau yang sempat menjadi tempat pergelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII Tahun 2012 ini akan segera dioptimalkan penggunaannya.

Plt Gubri SF Hariyanto menyebutkan dalam waktu dekat, akan ada pembenahan ruangan yang berada pada bagian basement stadion.

"Kan ruangannya banyak ini. Memang dibangun untuk menampung segala kegiatan, ini yang akan kita maksimalkan. Nanti dibenahi semuanya," kata SF Hariyanto.

Satu di antara yang menjadi instruksi Plt Gubri, yakni pemindahan Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau yang saat ini berlokasikan di Jalan Gajah Mada.

"Kita minta KONI pindah kantor ke sini (Stadion Utana Riau). Kantor lama itu dikosongkan, nanti meja disana dipindahkan, kalau memang kekurangan meja, kita tambah," katanya.

Kemudian, Plt Gubri meminta Dispora untuk berkoordinasi dengan PUPR-PKPP mengenai skema dan desain ruangan, yang nantinya akan digunakan sebagai ruangan cabor.

"Dispora nanti sama PUPR koordinasi. Ada 64 cabang olahraga, mereka semua harus di sini, pindahkan semuanya. Kalau ruangannya luas, bisa dibagi untuk 2 atau 3 cabor, nanti diberi sekat, bagaimana penetapannya," ungkapnya.

Selain untuk pengoptimalan fungsi aset, hal ini dikatakan Plt Gubri, guna mencegah aksi kejahatan yang kerap terjadi. Seperti pencurian fasilitas, perilaku menyimpang, ataupun pembegalan.

"Kalau semua aktivitas olahraga sudah dilakukan di sini, kan jadinya ramai. Pagi hingga malam ada aktivitas, tingkat kejahatan pasti berkurang. Jadi pencurian dan tingkah masyarakat yang tak bagus pasti akan hilang juga," katanya.

"Nanti kita pagar sekeliling. Dan Dispora diminta untuk menempatkan satpam sebanyak 5-6 orang. Jadi kita aman. Listriknya biar ditanggung Pemprov," pungkasnya. (MNC/MCR)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya