Provinsi Riau

Dinas PKH Riau Prediksi Penyembelihan Hewan Kurban Capai 52.885 Ekor Tahun Ini

RIAU Senin, 25 Mei 2026 - 10:33 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Dinas PKH Riau Prediksi Penyembelihan Hewan Kurban Capai 52.885 Ekor Tahun Ini

Dinas PKH Riau memperkirakan jumlah hewan kurban pada Iduladha 2026 mencapai 52.885 ekor di seluruh daerah di Riau. (Foto Istimewa)

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) memprediksi kebutuhan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025 lalu, kebutuhan hewan kurban di Riau tercatat mencapai 50.463 ekor. Sementara pada tahun ini, jumlah tersebut diperkirakan naik menjadi 52.885 ekor.

Kepala Dinas PKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan bahwa berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, kebutuhan hewan kurban pada 2025 tersebar hampir merata di 12 kabupaten/kota di Riau. Dari seluruh daerah tersebut, Kota Pekanbaru tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pemotongan hewan kurban terbanyak pada tahun lalu.

“Untuk tahun lalu, jumlah pemotongan hewan kurban di Pekanbaru sebanyak 9.435, Kampar sebanyak 7.641 ekor, Bengkalis sebanyak 5.012 ekor,” kata Mimi Yuliani, Senin (25/5/2026).

Kemudian untuk pemotongan hewan kurban di Rokan Hulu sebanyak 4.745 ekor, Kuantan Singingi sebanyak 3.484 ekor, Indragiri Hulu sebanyak 3.152 ekor, Indragiri Hilir sebanyak 3.071 ekor, Pelalawan sebanyak 2.752 ekor, Siak sebanyak 3.744 ekor.

“Selanjutnya Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 3.438 ekor, Kepulauan Meranti 722 ekor, dan di Kota Dumai 3.267 ekor,” paparnya. 

Untuk pemotongan hewan kurban pada tahun ini, pihaknya memprediksi akan terjadi peningkatan hingga 4,8 persen atau menjadi 52.885 ekor. Meningkatnya jumlah penyembelihan hewan kurban tersebut juga diakibatkan mulai membaiknya perekonomian masyarakat.

“Prediksi kami penyembelihan hewan kurban di Riau pada Iduladha tahun ini akan meningkat hingga 4,8 persen. Ini bisa kita lihat juga dengan meningkatnya permintaan hewan kurban dan juga perekonomian masyarakat yang sudah mulai kembali membaik,” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengimbau petugas kesehatan hewan dari Dinas Peternakan Kabupaten/Kota se-Riau juga melakukan pemeriksaan kesehatan ternak kurban di penampungan atau penjual hewan ternak. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin kesehatan ternak yang akan dijadikan hewan kurban. 

"Setelah diperiksa dan ternak dinyatakannya sehat, akan diberikan sertifikat kesehatan hewan," katanya. (MNC/MCR)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya