Pekanbaru

Lepas Mahasiswa Kukerta Unri, Plt Gubri Titip 4 Program Prioritas Pemprov Riau

RIAU Kamis, 18 Juni 2026 - 13:13 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Lepas Mahasiswa Kukerta Unri, Plt Gubri Titip 4 Program Prioritas Pemprov Riau

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, melepas 4.037 mahasiswa peserta Kukerta Berdampak Reguler Gelombang II Universitas Riau Tahun 2026 serta menitipkan empat program prioritas Pemprov Riau untuk disosialisasikan kepada masyarakat, Pekanbaru, Kamis (18/6/2026). (Dok Diskominfotik Riau)

PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi melepas 4.037 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Reguler Gelombang II Universitas Riau Tahun 2026. Dalam kesempatan strategis tersebut, SF Hariyanto menitipkan empat poin penting program prioritas daerah kepada para mahasiswa untuk disosialisasikan secara masif kepada masyarakat di lokasi penugasan masing-masing.

Poin pertama yang disoroti adalah sektor pelayanan kesehatan, dimana Provinsi Riau saat ini telah sukses mencapai predikat Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Plt Gubri meminta mahasiswa meyakinkan warga desa agar tidak perlu takut berobat karena kendala biaya.

Bagi masyarakat yang sudah memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan, jaminan gratis kini bisa diakses cukup dengan membawa KTP, sementara bagi yang belum terdaftar, pemerintah telah menyiapkan mekanisme percepatan aktivasi.

Poin kedua terkait jaring pengaman sosial ekonomi bagi pekerja informal. SF Hariyanto menginstruksikan para peserta Kukerta untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Pada tahun anggaran ini, Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen mendaftarkan sebanyak 11.666 pekerja rentan, khususnya buruh di sektor perkebunan ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan guna melindungi stabilitas ekonomi keluarga mereka.

Selanjutnya pada poin ketiga, Plt Gubri memaparkan data krusial dari BMKG mengenai ancaman cuaca ekstrem. Musim kemarau tahun 2026 ini diprediksi berlangsung jauh lebih kering dari kondisi normal, datang lebih awal, serta berdurasi lebih panjang akibat adanya potensi fenomena El Nino.

Merespons peringatan tersebut, Pemprov Riau telah menetapkan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terhitung sejak 13 Februari hingga 30 November 2026.

Terkait ancaman kekeringan ini, SF Hariyanto mengajak ribuan mahasiswa Unri untuk mengambil peran aktif sebagai agen pencegahan Karhutla di garis depan.

"Saya berharap para peserta Kukerta Unri dapat ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan di daerah penugasan masing-masing. Sampaikan kepada masyarakat bahwa membuka lahan dengan cara membakar bukan lagi pilihan yang bijak," tegasnya di hadapan para mahasiswa.

Sementara pada poin keempat, SF Hariyanto mengingatkan bahwa saat ini pemerintah sedang menyukseskan agenda nasional Sensus Ekonomi 2026. Mahasiswa Kukerta diharapkan dapat membantu memberikan pemahaman kepada warga di daerah penempatan agar menyambut petugas sensus dengan baik, serta mengedukasi mereka pentingnya memberikan data yang jujur agar program pembangunan pemerintah ke depan bisa dieksekusi secara tepat sasaran.

SF Hariyanto menegaskan bahwa akselerasi pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Riau menyambut hangat diterjunkannya ribuan mahasiswa Unri ini ke berbagai daerah sebagai bentuk kontribusi nyata dunia akademik terhadap pembangunan wilayah pedesaan di Bumi Lancang Kuning.

"Kehadiran lebih dari empat ribu mahasiswa di berbagai kabupaten dan kota merupakan energi besar bagi pembangunan daerah. Saya berharap adik-adik bisa menerapkan ilmu sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing, serta meminta pemerintah kabupaten/kota setempat untuk mendukung penuh pelaksanaan Kukerta ini agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkasnya. (MNC/MCR)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya