Pekanbaru

Momen Hardiknas 2026, Pemko Pekanbaru Komit Tingkatkan Mutu Pendidikan

RAGAM Senin, 04 Mei 2026 - 11:23 WIB  |    Reporter : Maudhy NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Momen Hardiknas 2026, Pemko Pekanbaru Komit Tingkatkan Mutu Pendidikan

Wali Kota Agung menegaskan komitmennya untuk memajukan dunia pendidikan di Ibukota Provinsi Riau. (HUMAS PEMKO PEKANBARU/FS)

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Senin (4/5/2026). Bertempat di lapangan terbuka komplek Mal Pelayanan Publik (MPP) Jalan Jenderal Sudirman, peringatan Hardiknas dipimpin secara langsung oleh Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho.

Upacara turut dihadiri Wakil Wali Kota, Markarius Anwar, Pj Sekdako Drs Ingot Ahmad Hutasuhut, sejumlah pimpinan OPD, serta ribuan guru dan peserta didik.

Usai upacara, Wali Kota Agung didampingi Wakil Walikota Markarius Anwar menegaskan komitmennya untuk memajukan dunia pendidikan di Ibukota Provinsi Riau.

"Saya bersama wakil Walikota mengucapkan selamat hari pendidikan kepada seluruh insan pendidikan yang ada di Kota Pekanbaru. Semoga Pemerintah Kota Pekanbaru lebih bisa memberikan fasilitas dan penunjang untuk pendidikan di Kota Pekanbaru agar lebih baik," kata Wako Agung.

Disampaikan Agung, sejauh ini Pemko Pekanbaru terus berupaya untuk meningkatkan dan memajukan mutu pendidikan sekaligus mensejahterakan para guru.

"Beberapa sudah kita lakukan, baik tentang zero anak putus sekolah, kenaikan gaji guru, insentif guru. Itu sudah kita berikan, sudah kita lakukan," ungkapnya.

Melalui peringatan Hardiknas 2026, Wako Agung berharap bisa menjadi refleksi untuk meneguhkan dan menghidupkan spirit pendidikan nasional.

"Semoga ini bisa menjadi refleksi, penyemangat untuk seluruh anak-anak sekolah dan guru guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pekanbaru," pungkasnya.

Pemko Buka Posko Pengaduan Anak Putus Sekolah

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus menggencarkan program zero anak putus sekolah dengan membuka layanan pengaduan dan pendataan secara berkelanjutan.

Masyarakat yang memiliki anak putus sekolah, dapat langsung melapor ke Disdik atau ke sekolah terdekat untuk mendapatkan penanganan.

"Program nol anak putus sekolah terus berjalan. Kami membuka posko layanan agar masyarakat dapat melapor, baik ke dinas maupun ke sekolah terdekat. Nanti akan kami arahkan ke sekolah yang masih memiliki kuota," kata Plt Kepala Disdik Pekanbaru Syafrian Tommy, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, upaya pendataan dan penanganan anak putus sekolah dilakukan setiap waktu, tanpa menunggu periode tertentu. Pemko tidak hanya mengarahkan anak kembali ke pendidikan formal.

"Tetapi, kami juga menyediakan alternatif melalui jalur nonformal. Bagi anak yang telah melewati batas usia sekolah formal, tersedia fasilitas pendidikan seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)," terang Tommy.

Selain itu, Disdik juga mendorong peningkatan keterampilan melalui lembaga kursus dan pelatihan. Langkah ini dilakukan agar anak-anak tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis.

Berdasarkan data tahun sebelumnya, sebanyak 1.778 anak putus sekolah teridentifikasi dalam pemetaan bersama berbagai pihak, termasuk pos pelayanan terpadu (posyandu). Dari jumlah tersebut, sebagian telah diarahkan kembali ke sekolah formal. Sementara, anak lainnya lainnya mengikuti pendidikan nonformal.

"Ada juga kasus seperti ijazah yang tertahan. Kami bantu untuk diselesaikan. Berbagai permasalahan tersebut menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pendidikan ke depan," jelas Tommy.

Untuk tahun ini, pendataan masih terus berlangsung dan belum menunjukkan adanya penambahan signifikan. Pemko Pekanbaru berkomitmennya untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak.

"Pendataan masih berjalan. Yang jelas, kami berupaya agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah," pungkasnya. (MNC/SP)

Laporan : Maudhy NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya