Jakarta

Diskon Tiket Pesawat Lebaran, Hendry Munief Harap Promosi Wisata dan Insentif UMKM Meningkat

NASIONAL Selasa, 17 Februari 2026 - 09:42 WIB  |    Reporter : Hafith   Redaktur : Fithriady Syam  
Diskon Tiket Pesawat Lebaran, Hendry Munief Harap Promosi Wisata dan Insentif UMKM Meningkat

Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief MBA (Dok DPR RI)

JAKARTA – Ada ide menarik yang disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief MBA. Menyambut positif kebijakan pemerintah yang memberikan diskon tiket pesawat domestik menjelang Lebaran 2026.

Ia menilai langkah tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik maupun liburan.

Hal itu disampaikan Hendry Munief kepada media pada Senin (16/2/2026). Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan berat oleh sebagian masyarakat, kebijakan diskon tiket menjadi angin segar karena membantu menekan biaya perjalanan.

“Kebijakan ini tentu sangat membantu masyarakat. Dengan kondisi ekonomi saat ini, adanya diskon tiket pesawat akan meringankan biaya perjalanan, baik untuk pulang kampung maupun berlibur saat Lebaran,” ujar Hendry.

Ia juga mendorong mitra Komisi VII DPR RI di kementerian terkait untuk memaksimalkan kebijakan tersebut melalui program turunan yang mendukung peningkatan pergerakan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Hendry mencontohkan, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif dapat memperkuat promosi destinasi unggulan di berbagai daerah.

Sementara Kementerian UMKM dapat mendorong pelaku usaha, seperti toko oleh-oleh, memberikan insentif tambahan agar wisatawan semakin tertarik berkunjung.

“Momentum ini harus dimanfaatkan bersama. Pelaku usaha pariwisata dan UMKM perlu mengambil peluang agar dampak ekonominya lebih luas dan dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan pemberian diskon tiket pesawat domestik kelas ekonomi sebesar 17 hingga 18 persen. Program ini berlaku untuk penerbangan periode 14–29 Maret 2026, dengan pembelian tiket mulai 10 Februari hingga 29 Maret 2026.

Pemerintah menargetkan program tersebut dapat menjangkau 3,32 juta penumpang melalui sinergi lintas kementerian/lembaga bersama pemangku kepentingan industri penerbangan. (HFS/SP)

Laporan : Hafith
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya