Malang, Jatim

100 Tahun Berkiprah, Prabowo Sebut Nahdlatul Ulama Pilar Kebesaran Bangsa

NASIONAL Senin, 09 Februari 2026 - 10:26 WIB  |    Reporter : Hafith   Redaktur : Fithriady Syam  
100 Tahun Berkiprah, Prabowo Sebut Nahdlatul Ulama Pilar Kebesaran Bangsa

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo di hadapan sekitar 105.000 jemaah yang menghadiri Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Ahad (8/2/2026) kemarin. (Dok Sekretariat Negara RI)

NASIONAL - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Nahdlatul Ulama (NU) merupakan pilar kebesaran bangsa Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo di hadapan sekitar 105.000 jemaah yang menghadiri Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Ahad (8/2/2026) kemarin.

"100 tahun kiprah pengabdian NU telah membuktikan bahwa NU sungguh-sungguh adalah pilar kebesaran bangsa Indonesia. Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan," kata Prabowo.

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepadanya untuk hadir dalam peringatan satu abad NU. Ia mengaku selalu merasakan semangat persatuan dan kesejukan setiap berada di tengah keluarga besar NU.

"Setiap kali saya berada di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, saya selalu bahagia, saya selalu semangat, karena saya merasakan kesejukan, saya merasakan getaran hati saudara-saudara sekalian. Saya merasakan semangat persatuan, semangat guyub, semangat ingin menegakkan kedamaian," tuturnya.

Ia menambahkan, kehadiran para kiai, ulama, serta ratusan ribu masyarakat memberikan dorongan moral baginya untuk terus mengabdi dan membela kepentingan rakyat Indonesia.

"Setiap kali saya muncul di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, di tengah-tengah santri-santriwati, di tengah-tengah para kiai, apalagi ada kiai-kiai besar dan ulama-ulama besar di belakang saya, rasanya saya jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela rakyat Indonesia seluruhnya," ucapnya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengulas peran historis NU dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam peristiwa-peristiwa penting di Jawa Timur.

"Proklamasi kemerdekaan negara kita 17 Agustus 1945 memang di Jakarta, tetapi ujian kemerdekaan itu diuji di Jawa Timur, diuji di Surabaya, diuji dalam pertempuran di Surabaya dan sekitarnya. Rakyat Jawa Timur, rakyat Surabaya, dipimpin oleh para kiai dan para ulama, telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak mau tunduk lagi kepada siapa pun yang ingin menjajah bangsa kita," katanya.

Prabowo menegaskan NU selama ini konsisten menjaga persatuan dan menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia pun mengajak seluruh elemen kepemimpinan nasional untuk terus merawat persatuan.

"NU selalu memberi contoh dan selalu berusaha menjaga persatuan. Tidak ada bangsa yang kuat dan tidak ada bangsa yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun. Boleh bertanding, boleh bersaing, tetapi semua pemimpin Indonesia harus rukun dan menjaga persatuan dan kesatuan," tegasnya.

Menutup sambutannya, Prabowo kembali menyampaikan apresiasi kepada NU dan para ulama atas peran strategisnya dalam menjaga kedamaian dan stabilitas nasional.

"Intinya saya hadir di sini untuk menyampaikan terima kasih kepada Nahdlatul Ulama, kepada para kiai dan ulama, terima kasih keluarga besar Nahdlatul ulama atas peran NU menjaga kedamaian dan stabilitas Republik Indonesia," pungkasnya. (HFS/SP)

Laporan : Hafith
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya