Pekanbaru

Berbagi dan Motivasi Pelajar Az Zuhra Islamic School, Fachri Yasin: Kami Membantu Generasi Qur’ani

AGENDA Jumat, 27 Februari 2026 - 10:35 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Berbagi dan Motivasi Pelajar Az Zuhra Islamic School, Fachri Yasin: Kami Membantu Generasi Qur’ani

Pimpinan Komunitas KWQ A. Z Fachri Yasin dalam pengantarnya menjelaskan bahwa mushaf ini adalah amanah dari para wakif yang berasal dari berbagai kalangan. (Foto Istimewa)

PEKANBARU – Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang merdu dan syahdu menggema lewat pengeras suara, menghangatkan suasana pagi yang adem di komplek Az Zuhra Islamic School Simpang Tiga Pekanbaru, Kamis (26/02/2026). Menciptakan nuansa spiritual yang kental dan mampu menenangkan jiwa yang mendengarnya.

Kalam Ilahi nan indah itu rupanya dikumandangkan dari Masjid Al-Mulk di dalam komplek sekolah. Di dalam ruangan masjid yang cukup luas dan terbuka tanpa dinding, tampak puluhan pelajar berseragam pramuka duduk berbaris dengan tertib dan khidmat. Mereka yang merupakan siswa/i SD dan SMP di sekolah Islam itu memang tengah khusuk mengaji Al-Qur’an.

“Program mengaji tahsin dan tahfidz adalah agenda wajib harian yang dilakukan setiap pagi sebelum siswa SD dan SMP belajar di kelas. Bertujuan untuk memperbaiki bacaan dan menambah hafalan Al-Qur'an para pelajar,” kata Ustadz Ahmad Junaidi, salah seorang Penanggungjawab Belajar Al-Qur’an di Az Zuhra Islamic School.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan tim Komunitas Wakaf Al-Qur’an (KWQ) dalam rangka penyaluran wakaf mushaf Al-Qur’an kepada pelajar SDIT dan SMPIT Az-Zuhra yang berada di bawah naungan Yayasan Sinar Mulya Sejahtera. Ada 72 mushaf Al-Qur’an yang peruntukkan bagi pelajar sekolah itu yang memiliki hafalan  minimal 2 juz.

Ke-72 mushaf metode tajwid dan terjemahan berwarna produksi King Salman itu bersumber dari donasi 7 orang pewakaf (wakif), yakni Raja Mambang Mit, Mona Sri Wahyuni, Widodo, Azizon Nurza, Elinur, Ligia Tritantini Yati, dan Tahrir Aulawi.

Ustadz Ahmad menjelaskan, program tahsin dan tahfidz merupakan salah satu unggulan di sekolah yang mulai beroperasional sejak 2013 dengan visi “Mencetak generasi berkarakter Qur'ani yang Unggul dalam ilmu, iman & akhlak” itu. Saban pagi, para pelajar secara bergiliran membaca surah dan setoran hafalan di hadapan sejumlah ustadz pembimbing di masjid sekolah.

“Di hari biasa berkisar dua jam, dari jam 7.00 – 9.00 WIB. Di bulan Ramadhan ini  waktunya lebih panjang, dari jam 06.00 - 09.45 WIB. Aktivitas mengaji pagi ini juga menciptakan suasana sejuk dan nuansa sakral sekaligus meneguhkan ciri sebagai sekolah Islami yang akan melahirkan para hafidz/hafidzah kedepannya,” ujar alumnus Pondok Pesantren Tebu Ireng dan Institut KH. Hasyim Asy’ari (kini Universitas Hasyim Asy'ari, UNHASY), Jombang, Jawa Timur, ini.

Untuk program tahfidz di sekolah ini, ia menyebut menggunakan metode standar yang dikolaborasikan dengan metode khusus yang dikuasai oleh guru/ustadz pembimbing. Hasilnya, siswa terus menunjukkan kemajuan setiap harinya.

“Untuk target hafalan, setiap siswa SD dan SMP minimal mampu membaca dan memahami juz 30 dengan baik. Tetapi cukup banyak juga yang sudah mencapai hafalan 2 - 5 juz. Bahkan, salah seorang siswa atas nama Daffa, punya hafalan 8 juz,” ungkapnya.

Ahmad menambahkan,  SDIT dan SMPIT Az Zuhra Simpang Tiga adalah salah satu cabang Grup Az Zuhra Islamic School. Lembaga Pendidikan Islam ini berpusat di Jalan Ketitiran, Panam, mengelola sekolah dari TK hingga SMA dengan sejumlah cabang yang tersebar di Kota Pekanbaru dan juga ada di beberapa kabupaten/kota lainnya di Riau.

Kedatangan Tim KWQ yang dipimpin langsung oleh pendirinya, A. Z. Fachri Yasin, itu juga disambut hangat dan antusias oleh pelajar di sekolah yang memiliki sarana dan fasilitas representatif dengan areal yang lumayan luas tersebut. Mereka terlihat senang dan bersemangat, karena selain diberi Al-Qur’an baru dan gratis, juga mendapatkan pencerahan dan motivasi pimpinan KWQ .

Ustadz Taufik yang mewakili pimpinan Az Zuhra Islamic School dalam sambutannya mengatakan pemberian mushaf Al-Qur’an standar tersebut merupakan bentuk apresiasi dari Komunitas KWQ terhadap pelajar yang jadi pejuang Al-Qur’an. Sehingga kedepannya lebih bersemangat dan nyaman membaca, mempelajari dan menghafal kitab suci tersebut.

“Makanya, atas pemberian mushaf ini kalian wajib berterimakasih dan  mesyukurinya. Caranya, manfaatkan Al-Qur’an ini dengan digunakan sebaik-baiknya dan dijaga. Kalau tidak digunakan dan hanya disimpan, maka tidak ada efek manfaatnya,” kata alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau yang juga Penanggungjawab Belajar Al-Qur’an di sekolah ini.

Ustadz Taufik menyebut adanya bantuan mushaf sebagai fasilitas penunjang yang dibutuhkan siswa dalam belajar tahsin dan tahfidz membuktikan bahwa pertolongan Allah Swt itu nyata bagi para hamba yang memperjuangkan agama-Nya.

“Kita bisa berkumpul bersama Tim KWQ dengan hajat menyalurkan mushaf Al-Qur’an yang dibutuhkan tentu berkat rahmat Allah yang ridha atas aktivitas yang kita lakukan. Karena Al-Quran adalah firman-Nya yang mulia, sehingga siapa yang membersamai dan bersahabat dengannya akan mendapatkan kemuliaan dan keberkahan,” paparnya.

Ustadz Taufik juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada wakif dan Komunitas KWQ atas kepeduliannya membantu kebutuhan mushaf yang berkualitas bagi pelajar pejuang Qur’an di sekolah ini. Ia berharap amal kebaikan ini berkesinambungan dan meyakini dengan adanya mushaf baru akan memotivasi anak didiknya mempelajari dan meningkatkan hafalannya.

Pimpinan Komunitas KWQ A. Z Fachri Yasin dalam pengantarnya menjelaskan bahwa mushaf ini adalah amanah dari para wakif yang berasal dari berbagai kalangan. Harapan mereka, yang nama-namanya tertulis di sampul mushaf, hanya minta Al-Qur’an ini dimanfaatkan dengan baik serta doakan untuk kebaikan, keberkahan dan jadi amal jariyah.

“Jadi, Al-Qur’an ini bukan dari KWQ, kami hanya memfasilitasi, dan sudah berjalan sejak Juni 2022 silam. Kami harap didoakan juga untuk tetap istiqamah dalam menghimpun dan menyalurkan Al-Qur’an untuk pelajar tahfidz yang membutuhkan. Tujuan kami membantu upaya melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu dan berakhlak ke depannya,” ujar akademisi senior Riau itu.

Pendidikan dan Cita-cita

Seperti yang sudah-sudah, Pimpinan KWQ memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog interaktif dengan para siswa. Dengan gaya khas dan suaranya yang lantang, ia bicara tentang pentingnya pendidikan dan cita-cita. Ia memicu semangat dan memotivasi siswa untuk terus giat belajar dan menimba ilmu.

Pria yang puluhan tahun mengabdi sebagai Dosen Pertanian di Unri, UIR dan Unilak ini mengingatkan para siswa agar jangan berhenti hanya pada tingkatan sekolah menengah. Tetapi harus ditanamkan keinginan dan tekad untuk melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

“Pendidikan itu perlu dan penting karena itu kunci masa depan gemilang. Tanpa pendidikan yang memadai maka sulit mendapatkan kehidupan yang didambakan di kemudian hari,“ ujarnya usai tanya jawab pelajar dengan siswa SD dan SMP tentang kelanjutan pendidikan mereka nanti.

Fachri Yasin juga menyampaikan perlu dan pentingnya cita-cita, yang sebaiknya sudah dirancang agar tahu kemana akan melangkah nantinya. “Tak apa-apa, pilih saja apa yang menjadi keinginan. Mau jadi dokter, pegawai ustadz ataupun pengusaha nantinya itu semua bagus. Yang penting sudah ada di pikiran, nanti akan turun ke hati, hingga muncul tekad untuk mewujudkannya,” katanya setelah kembali bertanya jawab para pelajar tersebut.

Apakah cita-cita itu akan tercapai atau tidak nanti, lanjut dia, itu perkara lain. “Kita hanya berikhtiar, yang menentukan Tuhan Yang Maha Kuasa. Makanya, terkait pendidikan dan cita-cita ini, kalian juga rajin berdoa kepada Tuhan agar memudahkan jalan mewujudkannya. Mintakan kepada ustadz doa terbaik untuk itu,” ujarnya lagi.

Tak kalah penting, menurut dia, terkait kelanjutan pendidikan dan cita-cita yang diinginkan tersebut harus disampaikan kepada orang tua, supaya ada dukungan dan bimbingan dari mereka.

”Jadi langkah kalian meraih masa depan yang cerah lebih terarah. Jangan sampai asal bersekolah dan jadi sarjana tapi tak ada keterampilan sehingga menganggur. Itu sekarang banyak terjadi. Nah, itu saja saran dan pesan saya,” kata Pimpinan KWQ mengakhiri.

Suasana ceria bercampur haru menyelimuti saat pembagian langsung mushaf Al-Qur’an wakaf kepada masing-masing siswa penerima yang dilakukan ustadz dan majelis guru secara bergiliran. Para santri terlihat gembira dan semringah saat menerima mushaf baru gratis tersebut.

Sebagai wujud terima kasih dan apresiasi, pimpinan sekolah yang diwakili Ahmad Junaedi, menyerahkan piagam penghargaan kepada Pimpinan KWQ. Acara pun diakhiri dengan foto bersama.

Sebagai tambahan informasi, hari Senin (2/3/2026), Komunitas KWQ akan kembali melakukan  penyerahan 97 Al-Qur’an dari 16 pewakif kepada siswa MAN 2 Pekanbaru. (MNC/SP)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya