Pekanbaru, Riau

Unri Kukuhkan 8 Profesor Baru, Total Guru Besar Kini Capai 144 Orang

SEPUTAR KAMPUS Selasa, 20 Januari 2026 - 16:30 WIB  |    Reporter : Muthia NA   Redaktur : Fithriady Syam  
Unri Kukuhkan 8 Profesor Baru, Total Guru Besar Kini Capai 144 Orang

Pengukuhan delapan profesor atau guru besar baru Universitas Riau (Unri) (Dok Humas Unri)

ALUMNIRIAU.COM - Universitas Riau (Unri) membuka awal tahun 2026 dengan mengukuhkan delapan profesor atau guru besar baru. Pengukuhan dilakukan pada Senin (19/1/2026) di Gedung Student Center Unri, Panam, Pekanbaru.

Prosesi pengukuhan dipimpin oleh Ketua Senat Unri Prof Dr Ir Zulkarnaini MSi bersama Rektor Unri Prof Dr Sri Indarti SE MM. Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya anggota DPRD Riau, Hj Septina Primawati.

Delapan profesor yang dikukuhkan berasal dari berbagai fakultas. Mereka adalah Prof Ns Bayhakki MKep SpKMB PhD dengan kepakaran Keperawatan Medikal Bedah dari Fakultas Keperawatan; Prof Dr Nazaruddin ST MT di bidang Kendaraan Masa Depan dari Fakultas Teknik; serta Prof Dr Erdianto SH MHum dengan kepakaran Hukum Pidana Materil dari Fakultas Hukum.

Dari Fakultas Perikanan dan Kelautan, dua profesor yang dikukuhkan yakni Prof Ir Eni Yulinda MP PhD dengan kepakaran Sosial Ekonomi Perikanan dan Prof Ir Mulyadi MPhil di bidang Teknik Budidaya Ikan Sistem Resirkulasi.

Sementara dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), tiga profesor baru adalah Prof Dra Yenita Roza MSc PhD di bidang Kurikulum dan Desain Pembelajaran, Prof Zetra Hainul Putra SSi MSc PhD dengan kepakaran Pembelajaran Matematika SD, serta Prof Drs Daeng Ayub MPd PhD di bidang Manajemen Pendidikan.

Rektor Unri Prof Sri Indarti menyampaikan, dengan penambahan delapan guru besar tersebut, jumlah profesor di Universitas Riau kini mencapai 144 orang dari total 1.044 dosen aktif.

Sejumlah orasi ilmiah yang disampaikan para profesor baru turut menarik perhatian hadirin. Di antaranya, kajian Prof Eni Yulinda mengenai peran kepercayaan antara nelayan dan tauke dalam menjaga stabilitas rantai pasok ekspor ikan di Riau.

Prof Erdianto dalam orasinya menyoroti perlunya penilaian ulang terhadap jenis tindak pidana korupsi dalam praktik penegakan hukum, terutama terhadap pihak yang dinilai bersalah meski tidak menikmati hasil korupsi.

Sementara itu, Prof Bayhakki memperkenalkan inovasi alat kesehatan berupa mobile infusion bag, perangkat penjaga kelancaran infus yang praktis, terjangkau, dan aman digunakan.

Orasi paling menyita perhatian datang dari Prof Nazaruddin yang memaparkan keberhasilannya mengembangkan prototipe Mobil Terbang Urban Air Mobility skala 1:5, serta kendaraan listrik murni, baik skala kecil formula student maupun kendaraan besar seperti EV-Bus.

Laporan : Muthia NA
Redaktur : Fithriady Syam



Tebak Skor






Australia
VS Indonesia



Berita Lainnya