Riau
Pengawasan Kurban Diperketat, Dinas PKH Riau Terjunkan Petugas dan Mahasiswa Pantau 33 Lokasi Pemotongan
Petugas Dinas PKH Riau bersama mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Riau melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di salah satu lokasi pemotongan di Kota Pekanbaru. (Dok Diskominfotik Riau)
PEKANBARU – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau (Dinas PKH Riau) menurunkan tim pengawasan pemotongan hewan kurban di 33 lokasi masjid dan tempat pemotongan hewan kurban di Kota Pekanbaru saat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Kepala Dinas PKH Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh proses pemotongan hewan kurban berjalan sesuai standar kesehatan hewan dan kesejahteraan hewan.
“Kami ingin memastikan seluruh daging kurban yang nantinya diterima masyarakat benar-benar dalam kondisi aman, sehat, utuh, dan halal atau ASUH,” kata Mimi, Rabu (27/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Dinas PKH Riau melibatkan 55 petugas serta 67 mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Riau yang membantu pemeriksaan kesehatan hewan dan pengawasan proses pemotongan di lapangan.
Menurut Mimi, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai sebelum hingga sesudah penyembelihan hewan kurban.
“Pengawasan dimulai dari pemeriksaan ante mortem sebelum hewan dipotong sampai pemeriksaan post mortem setelah pemotongan. Ini penting untuk mendeteksi apabila ada gangguan kesehatan pada hewan maupun organ dalam,” ujarnya.
Selain melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, tim di lapangan juga memberikan edukasi kepada panitia kurban dan masyarakat terkait tata cara penanganan hewan kurban yang baik dan higienis.
“Kami juga memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada panitia mengenai kesejahteraan hewan, ciri-ciri hewan sehat, serta pentingnya menjaga higiene dan sanitasi mulai dari proses penyembelihan sampai distribusi daging,” jelasnya.
Tak hanya di Pekanbaru, Dinas PKH Riau bersama tim teknis kabupaten dan kota juga melakukan monitoring sapi bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia yang tersebar di 12 daerah di Provinsi Riau.
Salah satu lokasi monitoring dilakukan pada sapi kurban bantuan Presiden RI yang disalurkan untuk Pondok Pesantren Ma’had Az-Zahra serta Mushola Rumah Suluk Syekh Oesman Syahabuddin di Jalan Madrasah, Kelurahan Bagan Timur, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.
Mimi menyebut pengawasan terhadap sapi bantuan Presiden RI dilakukan secara khusus agar hewan yang disalurkan benar-benar dalam kondisi prima hingga hari pemotongan.
“Monitoring sapi Banmas Presiden RI dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan tetap terjaga, termasuk kesiapan lokasi pemotongan dan penanganannya di lapangan,” ungkapnya.
Penyerahan sapi kurban Presiden RI di Mushola Rumah Suluk Syekh Oesman Syahabuddin dilakukan oleh Plt Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Indra, S.E., M.si., M.M. Turut hadir perwakilan DPKH Provinsi Riau, yakni Plt Kepala Bidang Produksi Peternakan Elyan Buzra, S.P., M.si., dan Penelaah Teknis Kebijakan Arie Koesnedy, S.Pi.
Sapi kurban bantuan Presiden RI tersebut diterima langsung oleh Tuan Guru KH Idris. Hewan kurban itu berasal dari peternak asal Kabupaten Indragiri Hulu dengan jenis sapi limosin berbobot mencapai 1.013 kilogram.
Mimi menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa kedokteran hewan Universitas Riau.
“Kami berharap keterlibatan mahasiswa dapat menambah pengalaman mereka dalam memahami pengawasan kesehatan hewan kurban secara langsung di tengah masyarakat,” tutupnya. (MNC/MCR)


















