Pekanbaru
Targetkan Zero Anak Putus Sekolah, Pemko Pekanbaru Siapkan Bantuan Seragam Gratis untuk 8.000 Siswa
Pemko Pekanbaru menargetkan nol anak putus sekolah melalui program pendataan aktif serta menyiapkan bantuan 5 stel seragam bagi sekitar 8.000 siswa kurang mampu. (Foto Istimewa/Pemko PKU)
PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh anak.
Pada tahun ini, Pemko Pekanbaru akan melaksanakan Program Zero Anak Putus Sekolah sebagai upaya memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang terpaksa berhenti mengenyam pendidikan.
Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan program tersebut akan difokuskan pada pendataan dan penanganan anak-anak yang putus sekolah akibat berbagai faktor, baik ekonomi, lingkungan, maupun penyebab lainnya.
Pemerintah Kota (Pemko) akan melakukan langkah proaktif dengan mencari dan mendata anak-anak yang tidak lagi bersekolah. Melalui pendataan tersebut, anak-anak yang putus sekolah dapat diberikan solusi dan pendampingan yang tepat sehingga mereka dapat kembali melanjutkan pendidikan.
"Program Zero Anak Putus Sekolah ini sangat penting. Kami akan bergerak mencari anak-anak yang putus sekolah, baik karena faktor ekonomi maupun faktor lingkungan dan penyebab lainnya," kata Wako Agung, Minggu (14/6/2026).
Selain itu, Pemko Pekanbaru juga menaruh perhatian terhadap persoalan kebutuhan seragam sekolah. Seragam sekolah menjadi beban bagi sebagian keluarga kurang mampu selama ini.
"Kami harus lebih peka terhadap kondisi masyarakat dan segera menghadirkan solusi yang nyata. Untuk itu, kami telah menyiapkan anggaran khusus guna membantu siswa dari keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan seragam sekolah," jelas Agung.
Bantuan tersebut tidak lagi sepenuhnya mengacu pada kategori desil penerima bantuan sosial. Sebaliknya, proses verifikasi akan dilakukan secara langsung oleh tim yang melibatkan Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pendidikan (Disdik), serta pihak sekolah.
"Tim tersebut akan melakukan peninjauan langsung ke rumah calon penerima bantuan. Hal ini guna memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," papar Agung.
Pemko Pekanbaru juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang merasa kesulitan membeli seragam sekolah untuk mendaftarkan diri melalui mekanisme yang disiapkan sekolah. Selanjutnya, data tersebut akan diverifikasi oleh Dinsos dan Disdik sebelum bantuan disalurkan.
"Kami membuka pendaftaran bagi masyarakat yang merasa tidak mampu membeli seragam sekolah. Pengecekan langsung oleh Dinsos dan Disdik agar bantuan tepat sasaran," ujar Agung.
Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, Pemko Pekanbaru telah mengalokasikan anggaran untuk penyediaan lima stel seragam sekolah bagi setiap siswa penerima bantuan. Program ini ditujukan untuk meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik.
"Kami menargetkan penyediaan bantuan bagi sekitar 7.000 hingga 8.000 siswa kurang mampu. Dengan masing-masing penerima memperoleh lima stel seragam sekolah, jumlah pakaian yang disiapkan mencapai puluhan ribu stel," pungkasnya. (MNC/SP)


















