Provinsi Riau
Fokus Cegah Karhutla, 3 Pesawat Dikerahkan untuk Intensifkan Hujan Buatan di Riau
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau melibatkan tiga pesawat untuk memicu hujan buatan guna mencegah karhutla, dengan total garam yang telah disemai mencapai lebih dari 50 ton. (Dok Diskominfotik Riau)
PEKANBARU – Sebanyak tiga unit pesawat dikerahkan untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Provinsi Riau. Kegiatan hujan buatan ini dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan (Kemenhut), serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kepala BPBD dan Damkar Riau, M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Jim Gafur, menyampaikan bahwa OMC terus digencarkan sebagai langkah strategis untuk memicu hujan buatan.
Upaya ini bertujuan membasahi lahan kering di Riau guna menekan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Saat ini sudah ada tiga pesawat yang melakukan kegiatan OMC di Riau, yakni dua pesawat dari BNPB dan satu pesawat dari Kemenhut berkolaborasi dengan BMKG,” katanya, Selasa (21/4/2026).
Pesawat pertama yang digunakan untuk kegiatan OMC di Riau yakni pesawat Cessna C208 PK-JVH dari BNPB. Pesawat ini sudah 21 hari melaksanakan OMC di Riau dengan total sortie 43 dan jumlah garam yang disemai sebanyak 43 ton.
“Kemudian pesawat kedua yakni pesawat THRUSH S2R-T34 PK-KHH juga dari BNPB. Pesawat ini sudah 11 hari melakukan OMC di Riau dengan 10 sortie dan total garam yang disemai sebanyak 10 ton,” ujarnya.
Kemudian pesawat ketiga yakni Pesawat Cassa 212-200 A-2107 dari Kemenhut dan BMKG. Pesawat ini sudah empat hari melakukan OMC di Riau dengan total 6 sortie dan garam yang disemai sebanyak 4,8 ton.
“Pelaksanaan OMC di Riau akan terus dilaksanakan ketika ada awan potensial. Baik itu siang ataupun malam hari,” sebutnya.
Kegiatan OMC kali ini merupakan kegiatan tahap kedua yang dilaksanakan. Sebelumnya juga sudah dilakukan kegiatan serupa pada awal Februari lalu.
“OMC di fokuskan di daerah pesisir timur Riau. Yakni di wilayah Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, dan Kota Dumai,” ujarnya. (MNC/MCR)



















