Provinsi Riau

Kadis Kesehatan Minta 43 Petugas Kesehatan Haji Riau Betugas Optimal

DAERAH Senin, 13 April 2026 - 10:38 WIB  |    Reporter : Hafith   Redaktur : Fithriady Syam  
Kadis Kesehatan Minta 43 Petugas Kesehatan Haji Riau Betugas Optimal

Petugas kesehatan haji Provinsi Riau pada tahun 2026 ini sebanyak 43 orang, yang terdiri dari Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter sebanyak 30 orang, PPIH Bidang Kesehatan Arab Saudi 2 orang dan Petugas Haji Daerah (PHD)-Layanan kesehatan 11 orang. (HUMAS DISKES RIAU/FS)

RIAU – Berbagai lembaga terkait, mulai berbenah soal keberangkatan Haji 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau menekankan kepada seluruh petugas kesehatan haji Provinsi Riau dapat menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggungjawab.

Petugas kesehatan haji Provinsi Riau pada tahun 2026 ini sebanyak 43 orang, yang terdiri dari Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter sebanyak 30 orang, PPIH Bidang Kesehatan Arab Saudi 2 orang dan Petugas Haji Daerah (PHD)-Layanan kesehatan 11 orang.

Rencana perjalanan haji tahun 2026 sendiri dimulai dari tanggal 21 April 2026. Kemudian jemaah haji masuk asrama haji sampai dengan 20 Juni 2026 adalah akhir kedatangan jemaah haji Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Zulkifli SKep MH saat kegiatan pelepasan petugas kesehatan haji Provinsi Riau tahun 1447 Hijriyah/2026 Masehi di Kantor Diskes Riau, Sabtu (11/4/2026) lalu.

"Ingat bahwa kedatangan saudara-saudara di tanah suci pertama-tama adalah karena tugas untuk melayani jemaah haji. Dan beriringan dengan tugas yang mulia itu, para petugas Kesehatan juga dapat menunaikan ibadah haji. Saya berharap urutan dan logika sebagai petugas jangan terbalik," kata Zulkifli berpesan.

Zulkifli menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan haji ini tentu saja tidak semata-mata tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah saja melalui Tim Penyelenggara Kesehatan Haji Kabupaten/Kota, maupun Pemerintah Provinsi, melainkan juga tergantung pada partisipasi jemaah haji.

"Termasuk peran petugas kesehatan agar jemaah haji mengikuti saran-saran dari para petugas kesehatan agar dapat menjaga kesehatan selama perjalanan menunaikan ibadah haji, dan sampai kembali ke daerah. Kemudian bagaimana jemaah haji bisa menjalankan ibadahnya menyesuaikan dengan kondisi kesehatannya, sehingga jemaah haji bisa menjalankan ibadah haji sesuai dengan syariat Islam," jelasnya.

Dalam menjalankan tugas, Zulkifli menekan pentingnya sinergisitas dan kolaborasi pada seluruh elemen strategis, misalnya antara petugas TKH Kloter dengan PHD-Layanan Kesehatan, antara petugas PPIH Arab Saudi yang di Sektor maupun yang penempatan tugasnya di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

"Tugas apapun akan menjadi ringan ketika dilaksanakan dengan bersinergi dan berkolaborasi. Saya tidak menginginkan adanya pihak yang merasa paling dibutuhkan dari pihak lainnya, dan saya berharap agar seluruh jemaah bisa terlayani dengan baik," ujarnya.

Zulkifli menyebut, dalam satu kloter jemaah haji akan dilayani sebanyak 6 petugas kloter yang terdiri dari Tenaga Kesehatan Haji (TKH), Ketua Kloter, Pembimbing ibadah haji kloter, serta dibantu oleh Petugas Kesehatan Haji Daerah (PHD-Layanan Kesehatan, PHD-Layanan Bimbingan Ibadah Haji serta PHD-Layanan Umum).

"Saya berharap para petugas Kesehatan dapat bekerjasama dengan baik antara dokter dan perawat antara TKH dan PHD-Layanan Kesehatan termasuk antara petugas Kesehatan dengan petugas non Kesehatan. Tolong jalin kerjasama yang baik. Bagaimana saling memberikan penghargaan dan penghormatan pada tiap-tiap tugas, tanpa ada yang merasa paling penting, semua peran tidak sederhana. Semoga seluruh rangkaian tugas dapat berjalan lancar," harapnya.

Tak lupa, Zulkifli pun berpesan agar petugas kesehatan haji Riau dapat menjaga nama baik pribadi, institusi, bangsa dan Negara Indonesia. Lalu mentaati ketentuan peraturan perundang-undangan, serta melaksanakan tugas dan kewenangan sesuai dengan kontrak kerja.

"Kemudian petugas dapat berperan aktif dalam pembinaan Kesehatan kepada jemaah. Melaksanakan masa kerja yang telah ditetapkan. Jangan lupa memakai pakaian seragam beserta atributnya selama bertugas. Petugas juga harus siap bekerja 24 jam dalam keadaan dibutuhkan, serta melaksanakan tugas lain yang diberikan pimpinan dan membuat laporan hasil pelaksanaan tugas," pintanya.

Diskes Riau juga berharap petugas kesehatan haji dapat melaksanakan tugas secara koordinatif dan kolaboratif selama perjalanan ibadah haji, mulai dari berangkat, selama di Arab Saudi, sampai kembali ke tanah air.

Untuk diketahui, jumlah Calon Jemaah Haji (CJH) Provinsi Riau yang berangkat pada tahun 2026 ada sebanyak 4.704 yang terdiri dari jemaah dan PHD sebanyak 4.661 dan petugas kesehatan haji sebanyak 43 orang. Jumlah kloter terdiri dari 10 kloter penuh dan 1 kloter gabungan.

Adapun sebanyak 10 Kloter diberangkatkan di gelombang pertama dan 1 Kloter diberangkatkan di gelombang kedua, satu kloter berjumlah 445 jemaah termasuk petugas.

Pemberangkatan kloter 3 BTH Riau pada tanggal 23 April 2026 masuk asrama haji dan berangkat menuju Madinah tanggal 24 April 2026. Waktu kepulangan pertama jemaah Riau tiba di Debarkasi pada tanggal 4 Juni 2026. Masa tinggal jemaah di Arab Saudi rata-rata 42 hari pulang dan pergi. (HFS/SP)

Laporan : Hafith
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya