Kabupaten Bengkalis
Sampai Larut, Tim Manggala Agni Sisir Sisa Karhutla yang Dekati Permukiman Desa Kembung Luar
Tim Manggala Agni menyisir bara api hingga larut malam untuk mencegah karhutla kembali menyala dan melindungi permukiman warga di Desa Kembung Luar, Bengkalis, Selasa malam (07/4/2026). (Dok Diskominfotik Riau)
BENGKALIS - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis terus memasuki fase krusial seiring dengan meluasnya titik api di beberapa kecamatan. Saat ini, tim gabungan yang dipimpin oleh Manggala Agni tengah memusatkan kekuatan untuk melakukan proses mopping up atau pendinginan di Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, Riau.
Langkah ini diambil guna memastikan sisa-sisa bara api di lahan gambut benar-benar padam dan tidak menimbulkan kepulan asap baru.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, melaporkan bahwa hingga Selasa malam (7/4/2026), personel di lapangan masih terus bekerja tanpa henti.
Proses pendinginan dilakukan dengan sangat teliti mengingat karakteristik lahan di wilayah tersebut yang mudah menyimpan panas di bawah permukaan. Tim harus memastikan bahwa seluruh area terdampak sudah dalam kondisi aman sebelum meninggalkan lokasi.
Penanganan intensif di Desa Kembung Luar melibatkan satu regu personel dari Daerah Operasi (Daops) Siak yang dikerahkan khusus untuk memperkuat barisan pemadaman. Para petugas berjibaku mengurai sisa bara api menggunakan peralatan pompa jinjing, meski harus menghadapi medan yang sulit dan jarak pandang yang terbatas. Kerja keras ini merupakan bagian dari strategi percepatan agar kebakaran tidak meluas ke wilayah desa tetangga.
"Proses mopping up hingga saat ini masih terus kami laksanakan secara intensif di lapangan. Rencananya, besok pagi operasi akan dilanjutkan kembali untuk memastikan seluruh area benar-benar tuntas dan tidak ada lagi potensi api yang muncul kembali," ujar Ferdian Krisnanto saat memberikan keterangan resmi.
Selain fokus pada pemadaman lahan, prioritas utama tim di lapangan adalah melindungi aset dan keselamatan warga setempat. Tim Manggala Agni melakukan langkah cepat dengan melokalisir api yang mulai mendekati area permukiman. Kesigapan petugas di baris depan berhasil menghalau laju api sehingga sejumlah rumah warga yang sebelumnya terancam terbakar berhasil diselamatkan dari kerusakan fatal.
Operasi pemadaman ini bahkan harus berlanjut hingga larut malam akibat adanya permintaan mendesak dari masyarakat Desa Kembung Luar. Warga merasa khawatir dan cemas lantaran arah angin yang tidak menentu dapat membawa lidah api merambat ke arah rumah mereka.
Merespons ketakutan warga tersebut, tim memutuskan untuk tetap bersiaga dan melakukan penyiraman di titik-titik rawan meski dalam kondisi gelap.
“Tim kami di lapangan juga berhasil mengamankan beberapa rumah warga yang sangat terancam terdampak kebakaran. Operasi malam terpaksa kami lakukan karena warga meminta bantuan pengamanan secara langsung akibat kekhawatiran api merembet ke pemukiman mereka,” tambah Ferdian.
Upaya penyelamatan ini menjadi bukti nyata komitmen tim Manggala Agni dan satgas gabungan dalam mengedepankan keselamatan jiwa serta harta benda masyarakat. Hingga saat ini, tim terus melakukan penilaian risiko di sekitar lokasi dan mengimbau warga untuk tetap waspada.
Penanganan karhutla di wilayah Bengkalis akan tetap menjadi prioritas hingga status wilayah benar-benar dinyatakan bersih dan aman dari ancaman api. (MNC/MCR)



















