Pekanbaru
Pelajar Tahfidz Bahagia dan Orang Tua Terharu Saat Terima Al-Qur’an dari KWQ
Jemaah Mushala Al-Ukhuwah Pekanbaru, Sabtu (18/04/2026) lalu terima Mushaf baru dari Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) yang menghimpunnya dari sejumlah pewakaf. (HUMAS KWQ/FS)
PEKANBARU – Raut bahagia bercampur bangga tergambar jelas di wajah anak-anak dan remaja berpakaian muslim itu tatkala menerima mushaf Al-Qur’an usai shalat Magrib berjamaah Mushala Al-Ukhuwah Pekanbaru, Sabtu (18/04/2026) lalu. Mushaf baru itu diperoleh dari Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) yang menghimpunnya dari sejumlah pewakaf.
Mereka adalah siswa SD dan SMP yang menjadi pelajar tahfidz di mushala Perumahan Rindu Serumpun Jalan Teropong itu. Mushaf baru tersebut dibagikan kepada lima siswa oleh sang guru, Ustadz Hafizh Kurnia Robiansyah, Ketua Mushala Ramdani Hidayat dan perwakilan orang tua. Beberapa orang tua dan jamaah yang menyaksikan momen itu turut bersyukur dan terharu.
Kelima siswa itu, yakni Rafardhan Khair Athallah Adri, Fadlan Jenan Fayi M. Ali Syakban, Raissa Kyla Ivena dan Nayla Abharina Khaira, mendapatkan mushaf baru itu atas pencapaian mereka yang telah mampu menghafal Al-Qur’an minimal 2 juz. Dua siswa, yaitu M. Ali dan Nalya, bahkan punya hafalan 3-4 juz.
Pemberian mushaf metode tajwid dan terjemahan berwarna tersebut oleh Komunitas KWQ di bawah pimpinan A. Z. Fachri Yasin itu sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada pelajar tahfidz yang mendedikasikan waktunya untuk membersamai Al-Qur’an di tengan kesibukan tugas pelajaran di sekolah.
Hanya saja, untuk penyaluran wakaf mushaf untuk pelajar tahfidz Mushala Al-Ukhuwah kali ini Pimpinan KWQ tidak bisa hadir langsung menyerahkan karena ada agenda lain yang sudah terjadwal. Namun, lima mushaf yang bersumber dari wakif atas nama Surya Murni dan Nurbaiti itu diserahkan langsung oleh Pimpinan KWQ kepada Ustadz Hafizh Kurnia Robiansyah, selaku guru dan penanggungjawab tahfidz, di Sekretariat KWQ Jalan Kurnia No. 8 Pekanbaru, Jumat (17/04/2026), untuk diteruskan ke tangan siswa penerima.
Ketua Mushala Al-Ukhuwah Ramdani Hidayat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas bantuan wakaf mushaf Al-Qur’an kepada lima pelajar tahfidz di mushala yang dipimpinnya.
“Semoga menjadi ladang pahala jariah untuk para pewakaf dan penyalur wakaf Al-Qur’an ini. Hanya Allah Swt yang bisa membalasnya. Semoga dengan pemberian ini menambah semangat anak-anak kita untuk menjadi hafidz Qur'an, aamiin,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Aisyah, ibunda M. Ali Syakban. “Alhamdulillaahilladzi bi ni'matihittatimushshoolihat. Penuh syukur dan haru melihat bahagianya anak-anak penghafal Qur’an menerima mushaf baru tersebut. Momen ini juga sebagai pengingat betapa besarnya pahala yang mengalir kepada para pewakaf,” katanya.
Program wakaf Al-Qur’an ini, lanjut dia, bukan hanya simbolik. Namun memberi kesan dukungan nyata dalam mewujudkan generasi Qurani. Semoga kegiatan ini dirahmati dan diberkahi Allah Swt.
“Jazakumullaahu khairon katsiran, terutama kepada para pewakaf dan Kurnia Wakaf Quran sebagai penyalurwakaf mushaf kepada anak-anak tahfidz Mushalla Al-Ukhuwah ini,” ujar Aisyah.
Tahsin dan Tahfidz
Dalam pada itu, Ustadz Hafizh Kurnia Robiansyah, selaku guru dan penanggungjawab Tahfidz Mushala Al-Ukhuwah, menjelaskan program kelas tahsin & tahfidz untuk anak-anak dan remaja di komplek perumahaan tersebut berjalan aktif dan rutin baru sebulan belakangan. Namun, kegiatan mengaji bagi anak-anak sekitar sudah diadakan cukup lama tapi hanya mengaji biasa.
Program ini dibuka setelah melihat antuasias anak-anak untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, disamping permintaan dari para orang tua. “Sebelumnya bersama pengurus mushala sudah dirancang sejumlah program, akhirnya bulan lalu disepakati mulai dibuka kelas tahsin dan tahfidz,” ungkap pemuda 20 tahun yang juga gharim sekaligus imam di mushala tersebut sekira delapan bulan lalu.
Program tersebut terdiri dari kelas reguler dan privat. Untuk reguler khusus pra-tahsin hanya dua kali sepekan, yaitu di hari Senin dan Jumat ba'da isya. “Namun, hari Selasa , Rabu dan Kamis, ada juga waktu belajar tambahan ba'da ashar. Siswa sekarang yang aktif baru lima orang, tapi ada kemungkinan terus bertambah ke depannya,” terang Hafizh yang kini tengah menimba ilmu di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) lewat jalur beasiswa khusus Tahfidz itu .
Sedangkan kelas privat, lanjut dia, dari Senin sampai Kamis, dimulai ba’da maghrib hingga isya, dan dilanjutkan murajaah online di hari Jumat dan Ahad. “Untuk privat itu lebih ke program saya. Saat ini masih tiga siswa, tapi ada kemungkinan bertambah juga ke depannya,” ujar alumni SMA IT Kahar Rahman Rengat ini.
Meski tergolong masih baru, namun pencapaian anak didik kelas tahsin maupun tahfidz di Mushala Al-Ukhuwah cukup menggembirakan. “Alhamdulillah, hal ini tak lepas dari metode pembelajaran yang diterapkan serta dukungan pimpinan beserta pengurus mushala dan juga para orang tua,” ucap Hafizh yang juga hafidz Qur’an dengan berguru langsung pada Pemilik Ponpes Imam Malik, Indragiri Hulu, itu.
Menurut dia, untuk pembelajaran menggunakan metode talagqi, dari pengucapan huruf sampai menghafalkan ayat per ayat. “Jadi, tidak sekadar bisa membaca dan menghafal Al-Qur’an, tapi sesuai kaidah yang benar,” kata Hafizh yang juga aktif di organisasi pemuda Muhammadiyah ini.
Metode tallaqqi adalah pembelajaran Al-Qur'an secara langsung berhadapan antara guru dan murid (tatap muka), di mana murid mendengarkan bacaan guru lalu menirukannya untuk memastikan tajwid dan makharijul huruf benar. Metode ini sering disamakan dengan musyafahah (mulut ke mulut) atau pengajaran bersanad.
Hafidz tak menampik untuk belajar tahsin dan tahfidz di kelas privat maupun reguler para siswa dikenakan infak. Namun, nilainya tidak banyak dan memberatkan, karena tujuannya lebih untuk menunjukkan adanya keseriusan dan tanggungjawab.
“Seperti kelas regular, infak hanya maksimal 50 rb per bulan. Supaya ada daya tarik untuk ikut dan meramaikan mushala,” terang anak pertama dari tiga bersaudara dari keluarga sederhana namun religius ini.
Hafidz menyebut dalam mengajar siswa kelas tahsin dan tahfidz di Mushala Al-Ukhuwah sejauh ini cukup lancar, namun kadang yang jadi kendala mulai ada yang terpengaruh dengan lingkungan pergaulan dan keasyikan bermain, sehingga menjadi malas dan tidak disiplin mengaji.
“Makanya, kita berharap perhatian orang tua untuk mengingatkan dan turut mendorong anak-anaknya agar serius dan fokus belajar di kelas tahsin maupun tahfidz. Jangan ke mushala kalau hanya untuk bermain dan bercengkerama dengan kawan-kawan,” katanya.
Di samping itu, lanjut Hafizh, kepada para orang tua juga diimbau agar memantau dan mengevaluasi perkembangan belajar anaknya. Karena kalau mengaji dan bimbingan ustadz di mushala hanya 20-30 menit, sehingga waktu untuk mendidik lebih banyak di rumah
Untuk meningkatkan semangat dan antuasias anak-anak di lingkungan komplek perumahan tersebut untuk belajar dan mengahafal Al-Qur’an, pihak mushala sendiri juga telah membuat kegiatan didikan shubuh setiap Ahad yang terbuka untuk umum.
“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu mengembalikan lagi semangat anak-anak untuk ke mushala kita, baik untuk shalat berjamaah maupun mengaji,” ujar Hafizh Kurnia Robiansyah.
Sebagai tambahan informasi, sebelumnya pada Jumat (17/04/2026), Komunitas KWQ melalui Elfi Rahmadani yang juga salah seorang pewakaf, menyerahkan mushaf Al-Qur’an kepada dua siswa kelas 8 SMP IT Madani Pekanbaru yang memiliki hafalan 2 juz ke atas, yakni Afwan Syakban dan Marvel. Kemudian, diagendakan Selasa (28/04/2022): Penyerahan 28 Al-Qur’an kepada mahasiswa tahfidz Universitas Abdurrab Pekanbaru. (MNC/SP)



















