Pekanbaru

Pemko Pekanbaru Siapkan Dua TPA untuk Dukung Proyek PSEL Pekanbaru Raya

AGENDA Senin, 13 April 2026 - 13:54 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
Pemko Pekanbaru Siapkan Dua TPA untuk Dukung Proyek PSEL Pekanbaru Raya

Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mengembangkan pengolahan sampah menjadi listrik dengan memanfaatkan dua lokasi Tempat Penampungan Akhir (TPA). (Dok Pemko Pekanbaru)

PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana mengoptimalkan dua Tempat Penampungan Akhir (TPA) untuk mendukung program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dalam skema aglomerasi Pekanbaru Raya.

Mengawali program ini, Wali kota Pekanbaru, Agung Nugroho telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang melibatkan Kabupaten Siak dan Kampar beberapa waktu lalu.

Agung Nugroho menyebutkan bahwa dua TPA yang akan dimanfaatkan dalam program tersebut yakni TPA Muara Fajar serta satu lokasi TPA yang berada di wilayah perbatasan antara Pekanbaru dan Kampar.

"Pertama di TPA Muara Fajar, di TPA itu sampah tidak kita biarkan begitu saja. Dari sistem open dumping, nanti akan menjadi controlled landfill. Itu ditutup membran, dan membrannya akan menghasilkan gas metan," kata Wali kota Agung, Sabtu (11/4/2026).

Gas metan itu nantinya akan dijual untuk menjadi pasokan energi listrik. Penjualan gas metan itu akan mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pekanbaru.

Untuk wilayah perbatasan Kabupaten Kampar, Agung menjelaskan bahwa terdapat lahan milik Pemerintah Provinsi Riau yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan TPA melalui skema kerja sama dengan sejumlah pihak.

TPA tersebut direncanakan menjadi fasilitas PSEL atau Waste to Energy (WtE) Pekanbaru Raya yang berlokasi di Kabupaten Kampar. Nantinya, fasilitas ini akan melayani pengolahan sampah dari berbagai daerah di kawasan aglomerasi.

“Karena penyumbang sampah terbesar adalah Pekanbaru, maka disebut Pekanbaru Raya. Program ini diharapkan memberi dampak positif, karena sampah akan diolah melalui proses pembakaran,” jelas Wali kota Pekanbaru tersebut.

Namun demikian, Agung menegaskan bahwa hal terpenting dalam pengelolaan sampah adalah proses pemilahan sejak dari sumbernya. Menurutnya, sampah akan memiliki nilai ekonomi apabila dipisahkan dengan baik, misalnya sampah organik yang dapat diolah menjadi pupuk kompos.

“Sedangkan sampah anorganik bisa disesuaikan berdasarkan nilai guna masing-masing. Sebagian dapat ditukarkan melalui bank sampah yang tersedia,” pungkasnya. (MNC/MCR)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya