Pekanbaru

KWQ Dorong Unilak Kuatkan Program Tahfidz, Identik Kampus Melayu dan Islam

AGENDA Sabtu, 11 April 2026 - 09:54 WIB  |    Reporter : Maudhi NC   Redaktur : Fithriady Syam  
KWQ Dorong Unilak Kuatkan Program Tahfidz, Identik Kampus Melayu dan Islam

Pimpinan Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) AZ Fachri Yasin dalam diskusi dengan Wakil Rektor III Unilak Dr Hardi SE, MM saat kegiatan penyerahan wakaf Al-Qur’an kepada mahasiswa Tahfidz yang memiliki hafalan minimal 2 juz di ruang rapat Rektorat, Jumat (10/04/2026). (HUMASKWQ/FSY)

PEKANBARU – Sebagai perguruan tinggi yang memiliki ikatan historis dengan pemerintah daerah dan masyarakat Riau yang identik dengan Melayu dan Islam, Universitas Lancang Kuning (Unilak) harus menunjukkan peran aktif membangun peradaban dengan pembentukan generasi Qur’ani. Di antaranya melalui program Tahfidz.

Hal itu disampaikan Pimpinan Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) AZ Fachri Yasin dalam diskusi dengan Wakil Rektor III Unilak Dr Hardi SE, MM saat kegiatan penyerahan wakaf Al-Qur’an kepada mahasiswa Tahfidz yang memiliki hafalan minimal 2 juz di ruang rapat Rektorat, Jumat (10/04/2026). 

“Kita mendorong Unilak untuk meningkatkan program Tahfidz di lingkungan kampus, termasuk dengan menyediakan beasiswa khusus. Sebagai salah upaya membangun generasi yang tidak hanya berilmu, tapi juga beriman dan berakhlak mulia, dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” kata akademisi senior Riau itu.

Menurut dia, program Tahfidz di lingkungan kampus diperlukan sebagai wadah pembinaan karakter spiritual mahasiswa dengan penanaman ilmu agama, adab dan etika Islam, sekaligus guna membentengi mereka dari pengaruh buruk teknologi dan informasi yang berkembang pesat.   

Melalui pemberdayaan dan peningkatan program Tahfidz di lingkungan kampus, lanjut Fachri, diharapkan akan melahirkan hafidz/zah yang mumpuni dan berprestasi, yang tidak hanya mengharumkan nama Unilak tapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Riau.  

“Program Tahfidz ini penting dan perlu jadi perhatian khusus dari Unilak, tinggal bagaimana mengelola dan mengemasnya sehingga punya daya tarik dan diminati mahasiswa,” ujar Fachri Yasin yang juga mantan dosen Faperta Unilak pada masanya itu. 

Wakil Rektor III Unilak Dr Hardi SE, MM merespons positif pandangan dan masukan dari Pimpinan KWQ, Ia menyebut Unilak secara konsisten memberikan perhatian khusus bagi mahasiswa penghafal Al-Qur'an dengan membebaskan biaya pendidikan dan memfasilitasi kegiatan pembimbingan untuk meningkatkan kemampuan.

“Sejak beberapa tahun belakangan kita juga konsisten menerima mahasiswa baru melalui jalur prestasi khusus Tahfidz untuk pendidikan S1. Setiap tahun, Unilak mendapatkan alokasi beasiswa jalur tahfidz untuk 25 mahasiswa S1 dari Pemprov Riau Namun, kuota itu tak pernah dipenuhi, malah tiap tahun peminatnya terus turun,” ungkapnya.

Menurut Hardi, penurunan pemanfaatan kuota beasiswa jalur Tahfidz untuk mahasiswa S1 di Unilak berlangsung sejak program beasiswa itu diluncurkan Pemprov Riau. “Sejak 3-4 tahun terakhir terus turun hingga di bawah 10 orang, Tahun ajaran lalu bahkan hanya empat orang yang memanfaatkan beasiswa jalur Tahfidz ini,” tuturnya.

Terjadinya penurunan yang drastis terhadap penggunaan beasiswa jalur Tahfidz ini, lanjut dia, dipicu berbagai faktor. Salah satunya faktor kompenen dan nominal beasiswa Tahfidz yang dinilai tidak optimal, sehingga mahasiswa tidak banyak yang tertarik. Mereka lebih tertarik menggunakan jalur ini di kampus negeri.

Hardi menyebut penerima beasiswa jalur Tahfidz hanya dibebaskan biaya SPP/UKT dan mendapatkan pembinaan, dengan alokasi dana berkisar Rp 2 juta/tahun. Berbeda dengan beasiswa bidik misi yang memberikan uang saku bulanan kepada mahasiswa penerima, disamping bebas biaya UKT/SPP.

“Saya kira ini boleh jadi pemicu utama penurunan tersebut. Makanya, kedepan kita berharap kepada Pemprov Riau mengubah kebijakan penerapan beasiswa jalur Tahfidz ini, setidaknya sama dengan beasiswa bidik misi. Jika ini dilakukan, saya yakin peminat beasiswa Tahfidz di kampus swasta akan terus meningkat,” paparnya.

Hardi yang didampingi Ustadz Firman, Dosen Pendidikan Agama dan Ekonomi Islam, mengatakan idealnya untuk beasiswa Tahfidz ini juga memasukkan komponen menanggung biaya hidup mahasiswa selama pendidikan, sehingga mereka bisa lebih fokus belajar dan meningkatkan hafalan Al-Qur’an. 

Karena program beasiswa Pemprov untuk mahasiswa Tahfidz tidak maksimal, untuk membantu mahasiswa Tahfidz diupayakan melalui Unit Pengelolaan Zakat (UPZ) kampus. Sejak beberapa tahun belakangan Unilak juga memperjuangkan beasiswa melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Riau.

“Cukup banyak juga mahasiswa Tahfidz kita yang telah dibantu oleh Baznas. Untuk tahun ini belum diajukan karena informasinya ada perubahan kebijakan di Baznas. Pada pokoknya, perhatian kampus cukup besar terhadap mahasiswa Tahfidz. Termasuk memfasilitasi kegiatan pembimbingan dan peningkatan kemampuan Tahfidz di kampus maupun di luar kampus melalui kerjasama dengan Pondok Pesantren,” papar Hardi.

Adanya perhatian kampus terhadap mahasiswa Tahfidz dibuktikan dengan peningkatan jumlah dan kemampuan hafidz/zah hingga mencapai hafalan 30 juz. Salah satunya Labib Abdullah, mahasiswa semester 6 Fakultas Ilmu Komputer, yang termasuk sebagai salah satu penerima wakaf mushaf dari KWQ tersebut.

“Bahkan, mahasiswa Tahfidz Unilak beberapa kali mewakili Riau dalam MTQ Nasional antar perguruan tinggi,” imbuh Hardi.  

Berbagi Al-Qur’an dan Bangkitkan Semangat Mahasiswa

Kegiatan penyerahan wakaf Al-Qur’an kepada mahasiswa Tahfidz di kampus Unilak oleh komunitas KWQ merupakan kegiatan lanjutan dari program yang sama di bulan April 2026  dengan sasaran tujuh perguruan tinggi di Pekanbaru.  Seyogianya ada sebanyak 51 mushaf yang diperuntukkan bagi mahasiswa Unilak, namun akhirnya hanya dibagikan sejumlah yang hadir, yakni hanya 8 orang, yang berasal dari beberapa fakultas.

Pemberian wakaf mushaf metode tajwid dan terjemahan berwarna produksi King Salman itu sebagai bentuk apresiasi dan dukungan dari komunitas KWQ kepada mahasiswa Unilak yang telah mendedikasikan waktunya membersamai Al-Qur’an hingga memiliki hafalan minimal 2 juz.

Pimpinan KWQ AZ Fachri Yasin menegaskan bantuan mushaf Al-Qur’an kepada mahasiswa Tahfidz yang difasilitasi oleh pihaknya adalah amanah para pewakaf dari sejumlah kalangan, sehingga harus tepat sasaran atau diterima langsung oleh yang berhak. 

“Jadi kita hanya menghimpun dan menyalurkan titipan dari para pewakaf, ada yang pejabat, pengusaha hingga dosen dan mahasiswa. Alhamdulilah sejak Medio Juni 2022 telah diamanahkan 4.888 Al-Qur’an dari ratusan pewakaf untuk diberikan kepada Tahfidz. Kenapa bisa, karena ada keyakinan dan ridha Allah,” ungkapnya. 

Adapun para pewakaf itu, nama mereka tertera di sampul mushaf. Tapi ada juga yang berwakaf atas nama orang tua, istri dan keluarga, termasuk yang sudah almarhum, atau bahkan hanya ditulis hamba Allah. Harapan pewakaf sederhana, hanya minta Al-Qur’an ini dimanfaatkan dengan baik serta doakan untuk kebaikan dan keberkahan mereka.

Terkait keberadaan KWQ yang dipimpinnya, Fachri Yasin mengatakan bukanlah yayasan atau perkumpulan yang berbadan hukum, melainkan hanya berupa komunitas dengan sejumlah kecil anggota sebagai penggerak. Namun, sejak empat tahun berjalan konsisten dan aktif menghimpun dan menyalurkan wakaf Al-Qur’an kepada Tahfidz dari kalangan siswa SD-SMA di sekolah/madrasah negeri dan swasta, pondok pesantren hingga mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi di Riau.

Mewakili Rektor Unilak Prof Dr Junaidi, Hardi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para pewakaf maupun komunitas KWQ atas bantuan mushaf Al-Qur’an kepada mahasiswanya yang aktif di kegiatan Tahfidz. Bantuan tersebut sangat bermanfaat dan  memotivasi para mahasiswa untuk meningkatkan hafalannya.

“Saya juga mohon maaf kalau kegiatan penyerahan wakaf Al-Qur’an ini tidak sesuai dengan rencana dan harapan. Ini jadi pembelajaran bagi kami, semoga kegiatan ini berkelanjutan ke depannya dan kami siap bersinergi dengan Kurnia Wakaf,” katanya.

Seperti yang sudah-sudah, Pimpinan Komunitas KWQ AZ Fachri Yasin memanfaatkan momentum tersebut untuk memberi pencerahan dan memotivasi mahasiswa agar terus giat belajar dan menimba ilmu hingga ke jenjang tertinggi. Akademisi senior Riau yang sudah berusia 72 ini memicu semangat para mahasiswa melalui diskusi, interaksi dan dialog.

Dengan suara lantang dan gaya khasnya ia menggali fikiran dan membangkitkan tekad para mahasiswa melalui tanya jawab terkait kelanjutan pendidikan dan cita-cita. Kadang diselingi celetukan atau guyonan yang membuat suasana cair dan akrab. Para mahasiswa tampak antusias dan merespons berbagai pertanyaan yang dilontarkan Pimpinan KWQ.

Seperti ketika ditanya siapa yang mau melanjutkan S2 hingga S3, cukup banyak yang angkat tangan. Ada juga yang tetap di kampus yang ada di Riau, ada yang juga yang ke luar daerah, seperti Yogyakarta, bahkan luar negeri, dengan masing-masing alasan dan pertimbangan .

Begitu juga ketika ditanya tentang cita-cita, para mahasiswa menjawab dengan spontan dan percaya diri. Ada yang ingin jadi dosen, Ustadz, PNS hingga pengusaha. Mereka juga memberikan alasan dan pertimbangan kenapa memilih profesi tersebut.

Saat berinteraksi dengan para mahasiswa, Fachri Yasin menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci kesuksesan dan mewujudkan cita-cita dalam kehidupan.  Dimulai dengan niat atau keinginan hingga tertanam tekad dalam diri, baru kemudian diupayakan dan diperjuangkan.

“Yang penting dan utama itu ada keinginan atau niat, sehingga tahu kemana akan melangkah. Soal, tercapai atau tidak itu urusan kedua, tapi sepanjang ada tekad dan usaha yang keras, diyakini itu akan membuahkan hasil. Apalagi, diiringi dengan doa kepada Allah Swt,” pungkas Fachri Yasin.

Suasana gembira bercampur haru menyelimuti sewaktu pembagian Al-Qur’an kepada masing-masing mahasiswa yang dilakukan bersama-sama. Para mahasiswa tampak senang dan sumringah saat menerima mushaf baru gratis tersebut. Acara pun diakhiri dengan foto bersama.

Sebagai informasi tambahan, penyaluran wakaf Al-Qur’an oleh komunitas KWQ terus berlanjut di beberapa kampus lainnya. Diagendakan, Selasa (14/06/2026): penyerahan 79 Al-Qur’an di Universitas Islam Riau (UIR). (MNC/SP)

Laporan : Maudhi NC
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya