Pekanbaru
1.367 Jemaah Haji Pekanbaru Ikut Manasik, Kakanwil Kemenag Riau Sampaikan 6 Bekal Utama
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr H Muliardi, memberikan materi pada kegiatan Manasik Haji Akbar yang digelar pada Ahad, (5/4/2026) di Masjid Agung Al Firdaus, Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru (Dok Kakanwil Kemenag Riau)
PEKANBARU – Untuk peroleh haji mabrur dan kaidah pelaksanaan ibadah selama di tanah haram. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr H Muliardi, memberikan materi pada kegiatan Manasik Haji Akbar yang digelar pada Ahad, (5/4/2026) di Masjid Agung Al Firdaus, Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya.
Muliardi menekankan pentingnya kesiapan spiritual bagi jemaah calon haji sebelum menunaikan rukun Islam kelima.
Dia menguraikan sejumlah bekal utama yang harus dimiliki setiap jemaah agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan baik, lancar, dan meraih predikat haji mabrur.
“Setidaknya ada beberapa bekal penting yang harus dipersiapkan oleh jemaah sebelum berangkat ke tanah suci, sebagai fondasi dalam menjalankan ibadah haji,” kata Muliardi.
Kakanwil juga menjelaskan, bekal pertama adalah kemurnian niat. Niat yang tulus semata-mata karena Allah SWT menjadi landasan utama dalam berhaji. Dengan niat yang lurus, seluruh rangkaian ibadah akan bernilai ibadah dan terhindar dari tujuan-tujuan duniawi seperti riya atau ingin dipuji.
Kedua, Taubat Nasuha. Jemaah diimbau untuk membersihkan diri dari dosa melalui taubat yang sungguh-sungguh, memperbaiki hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas), serta menyelesaikan hak dan kewajiban yang masih tertunda sebelum berangkat.
Ketiga, mendalami ilmu Manasik Haji. Pemahaman yang baik terhadap rukun, wajib, sunnah, serta larangan dalam ibadah haji sangat penting agar jemaah dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan benar sesuai tuntunan syariat, serta terhindar dari kesalahan yang dapat mengurangi kesempurnaan ibadah.
Keempat, Tazkiyatun Nafsi (pembersihan jiwa). Jemaah perlu melatih kesabaran, keikhlasan, serta menjaga akhlak selama menjalankan ibadah haji. Menghindari sifat-sifat tercela seperti marah, sombong, dan egois menjadi bagian dari upaya menjaga kesucian jiwa selama di Tanah Suci.
Kelima, Meningkatkan Ibadah. Sebelum berangkat, jemaah dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan amalan sunnah lainnya sebagai bentuk latihan spiritual agar lebih siap menjalani ibadah haji secara maksimal.
Selain itu, Muliardi juga menambahkan pentingnya bekal Tawakal kepada Allah SWT, yakni berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah melakukan ikhtiar terbaik, baik dari segi persiapan fisik, mental, maupun administrasi.
Kegiatan Manasik Haji Akbar ini diikuti sebanyak 1.367 jemaah calon haji musim keberangkatan 1447 H/2026 M. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bagian dari persiapan menuju Tanah Suci.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Jajaran Kemenag Riau, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, serta panitia penyelenggara dan pihak terkait lainnya.
‘’Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jemaah calon haji dapat memiliki kesiapan yang optimal, baik dari segi pengetahuan, mental, maupun spiritual, sehingga mampu melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan memperoleh predikat haji yang mabrur’’ harap Muliardi lagi. (HFS/SP)




















