Pekanbaru
Lewati Asesmen Ketat, Prodi Magister Manajemen Unilak Resmi Kantongi Akreditasi Unggul
Setelah melewati asesmen lapangan dan proses panjang, Prodi Magister Manajemen Unilak sukses mengantongi predikat Akreditasi Unggul dari LAMEMBA yang berlaku sejak 22 Mei 2026 hingga 22 Mei 2031. (Dok Unilak)
PEKANBARU – Program Studi Magister Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) berhasil meraih predikat Terakreditasi Unggul, pencapaian tertinggi dalam sistem penjaminan mutu perguruan tinggi di Indonesia.
Predikat tersebut tertuang dalam Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) Nomor 111/DE/A.5/LAMEMBA-U/V/2026. Sertifikat akreditasi ditandatangani oleh Ketua Dewan Eksekutif LAMEMBA, Prof. Dr. Ina Primiana, S.E., M.T., di Jakarta pada 22 Mei 2026, dan berlaku hingga 22 Mei 2031.
Keberhasilan ini menjadi hasil dari proses asesmen lapangan yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh tim asesor LAMEMBA terhadap Program Studi Magister Manajemen Unilak.
Dekan Sekolah Pascasarjana Unilak, Prof. Dr. Adolf Bastian, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang telah bekerja keras dalam mewujudkan capaian tersebut.
“Alhamdulillah, selamat dan sukses atas diraihnya Akreditasi Unggul Program Studi Magister Manajemen. Capaian ini merupakan bukti komitmen, dedikasi, dan kerja kolektif seluruh tim Pascasarjana Unilak yang bekerja dengan tulus, ikhlas, tanpa lelah, dan tanpa menyerah untuk mewujudkan Unilak Unggul 2030,” ujar Prof. Adolf.
Hal senada juga disampaikan Ketua Program Studi Magister Manajemen Unilak, Dr. Richa Afriana Munthe, S.E., M.M. Ia menyebut predikat Unggul diraih melalui proses panjang dengan melibatkan kontribusi berbagai pihak.
“Alhamdulillah, kami menyampaikan rasa syukur atas capaian Akreditasi Unggul dengan masa berlaku lima tahun yang diraih Program Studi Magister Manajemen. Keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi, kerja keras, komitmen, dan dedikasi seluruh tim, sivitas akademika, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta para mitra dalam membangun dan menjaga budaya mutu secara konsisten dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dr. Richa menjelaskan, perjalanan menuju predikat tertinggi dari LAMEMBA tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama dalam memenuhi indikator tata kelola, luaran tridarma perguruan tinggi, sumber daya, kemitraan, hingga sistem penjaminan mutu.
Namun demikian, tantangan tersebut dijadikan momentum evaluasi dan pembenahan menyeluruh guna meningkatkan kualitas program studi secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya memenuhi standar akreditasi, Program Studi Magister Manajemen Unilak juga aktif mengikuti berbagai kegiatan penguatan kapasitas, pendampingan, serta klinik akreditasi yang diselenggarakan LAMEMBA.
Menurutnya, predikat Unggul bukan menjadi akhir dari sebuah proses, melainkan amanah untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Capaian ini kami maknai bukan sebagai akhir dari sebuah proses, melainkan amanah dan tanggung jawab untuk terus menjaga, meningkatkan, dan mengembangkan kualitas program studi. Ke depan, Program Studi Magister Manajemen berkomitmen menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing, memperkuat budaya riset dan inovasi, serta memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat dan perkembangan ilmu manajemen,” pungkas Dr. Richa.
Dengan raihan tersebut, Sekolah Pascasarjana Unilak semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan magister unggulan di Provinsi Riau dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing. (MNC/MCR)



















