Jakarta

Prabowo Ajak Universitas Top Inggris Buka Kampus di RI, Fokus Pendidikan Kedokteran

INTERNASIONAL Kamis, 22 Januari 2026 - 16:41 WIB  |    Reporter : Muthia NA   Redaktur : Fithriady Syam  
Prabowo Ajak Universitas Top Inggris Buka Kampus di RI, Fokus Pendidikan Kedokteran

Presiden Indonesia dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable yang digelar di Lancaster House

LONDON (ALUMNIUNRI.COM)Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga medis dalam jumlah besar, terutama dokter dan dokter gigi. Saat ini, Indonesia diperkirakan kekurangan sekitar 140 ribu dokter.

Presiden menjelaskan, jumlah lulusan dokter setiap tahun masih sangat terbatas, yakni sekitar 9 ribu orang. Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan nasional, terlebih banyak tenaga medis yang akan memasuki masa pensiun.

“Kami hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. Ini harus ditangani dengan rencana strategis,” ujar Presiden Prabowo dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026), seperti dikutip dari setkab.go.id.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Presiden berencana membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta bidang sains dan teknologi. Universitas-universitas ini akan dibangun dengan standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

“Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengajak sejumlah perguruan tinggi ternama Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian kampus-kampus tersebut. Menurutnya, sejumlah universitas Inggris sebelumnya telah menjalin kolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia dan memiliki kampus di beberapa daerah.

Prabowo menegaskan, mahasiswa yang diterima nantinya berasal dari lulusan terbaik dan akan mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah. Para mahasiswa juga akan mengikuti pelatihan bahasa Inggris intensif sebelum memulai perkuliahan. Pemerintah turut membuka peluang kerja sama dengan British Council, termasuk penerapan standar IELTS.

Selain pengembangan universitas, pemerintah juga merencanakan pembangunan rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional sekaligus menekan biaya pengobatan masyarakat ke luar negeri.

“Jika kita membangun rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus, mungkin kita bisa menghemat USD6 miliar setiap tahun,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menambahkan, Indonesia terbuka terhadap kehadiran dosen dan profesor asing, termasuk skema profesor tamu dari universitas mitra. Ia optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan sehingga universitas-universitas baru tersebut mulai menerima mahasiswa pada awal 2028.

Laporan : Muthia NA
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya